Buleleng, (Metrobali.com)

Ketua Umum Askab PSSI Buleleng, Gede Suyasa melepas Kontingen Futsal yang akan bertanding pada Porprov Bali 2022. Mereka diharapkan mampu mempertahankan prestasi yang pernah diraih.

Pelepasan dilakukan di Wantilan Praja Winangun Kantor Bupati Buleleng, Selasa (27/9/2022) sore. Seluruh pemain, ofisial, dan sejumlah Exco PSSI Buleleng juga hadir dalam pelepasan tersebut.

Kontingen Futsal Buleleng memboyong 12 orang atlet. Mereka adalah Putu Dwipayana, Kadek Agus Adi Suardika, Danil, Komang Sydney Roy Kertayasa, Gede Angga Permadi Yasa, Putu Satya Paramarta, Nova Hanafi, Putu Agus Ryananda Pramastha, I Putu Krisna Darma Putra, I Gede Herry Wiriawan, Anip Andani, dan M. Irhamka Badriatul Huda.

Selain itu pemain juga didampingi empat orang ofisial, yakni I Wayan Tingkes Yasa sebagai manajer, I Dewa Gede Rai Wisnu Putra sebagai pelatih, I Dewa Gede Raka Suparta sebagai asisten pelatih, dan Arief Setyawan sebagai ofisial.

Perlu diketahui disini, sesuai rencana, tim akan melakukan pertandingan uji coba di Surabaya pada Kamis, (29/9/2022). Setelah itu tim juga akan melakukan try in dengan beberapa tim futsal di Bali, sebagai sparing partner.

Terhadap hal ini, Ketua Umum PSSI Buleleng, Gede Suyasa mengatakan kontingen Futsal Buleleng harus meningkatkan kemampuannya. Terutama dalam mental bertanding, sehingga tim futsal membutuhkan latihan tanding yang lebih intensif.

“Saya ingatkan agar pemain menggunakan even try out sebagai ajang untuk mematangkan diri, skill, mental, dan soliditas tim. Setelah try out, akan mencari tim-tim yang bisa menjadi sparing partner,” kata Suyasa.

Ia menegaskan, Askab PSSI Buleleng sebagai induk olahraga, menitipkan harapan yang cukup tinggi. Tim harus mampu masuk ke babak final. Sebab pada Porprov 2019 di Tabanan, Buleleng berhasil masuk ke babak final dan meraih medali perak.

“Dulu berhasil perunggu, lalu 2019 berhasil bawa pulang perak. Jadi target ditahun 2022 ini kembali masuk final. Minimal meraih medali perak,” tegas Suyasa.

Sementara itu Pelatih Kontingen Futsal Buleleng, I Dewa Gede Rai Wisnu Putra mengatakan, persiapan atlet dari sisi fisik dan teknik sebenarnya cukup matang. Hanya saja mental pemain masih perlu diasah. Karena kompetisi futsal dalam dua tahun terakhir sangat jarang.

“Selama pandemi kompetisi jarang. Jadi mereka tidak ada kesempatan bertanding. PR kami adalah menyiapkan mental mereka dan menambah pengalaman bertanding,” katanya.

Dewa Rai mengungkapkan, selama ini persaingan pada cabor futsal didominasi tiga daerah, yakni Badung, Denpasar, dan Buleleng.

“Kini seiring dengan pembatasan usia menjadi U-20, persaingan menjadi lebih merata. Kendati demikian, optimistis bisa memenuhi target, setidaknya masuk ke babak final.” tandasnya. GS