Jokowi Presiden

Jakarta (Metrobali.com)-

Survei terbaru Soegeng Sarjadi School of Government menyatakan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi merupakan faktor penentu partai dalam menetapkan pasangan capres-cawapres untuk Pemilu 2014.

Dalam survei tersebut, sejumlah capres yang dipasangkan dengan Jokowi, mendapatkan respon positif dari responden ditandai dengan tingginya elektabilitas.

“Aburizal Bakrie yang dipasangkan dengan (cawapres) Jokowi mendapat posisi tertinggi dalam survei dibanding jika dipasangkan dengan tokoh lain yakni 5,6 persen,” kata Direktur Eksekutif SSSG Fadjroel Rachman dalam paparan bertajuk “2014: Perubahan Lanskap Politik & Ekonomi Indonesia” di Jakarta, Kamis (13/3).

Selanjutnya, saat Jokowi dipasangkan sebagai cawapres Megawati, tanggapan responden mencapai 12,7 persen. Nama Jusuf Kalla yang dipasangkan dengan Jokowi mendapat tanggapan responden hingga 14 persen. Sementara nama Prabowo Subianto dipasangkan dengan Jokowi mendapat respon positif sebesar 24,8 persen.

“Jika Jokowi (sebagai capres) dipasangkan dengan tokoh lain, tanggapan responden tertinggi adalah dengan Prabowo dengan 18,8 persen,” katanya.

Fadjoel juga menuturkan pernyataan bahwa siapa pun yang berpasangan dengan Jokowi dalam Pilpres akan menang mutlak adalah tidak benar.

“Ada yang bilang Jokowi dipasangkan dengan sandal jepit pun pasti menang, itu salah. Karena meski punya elektabilitas dan popularitas individunya tinggi, Jokowi harus menemukan pasangan yang tepat. Buktinya dalam survei ini Jokowi-Rhoma hanya capai 0,64 persen,” katanya.

Survei yang dilakukan dalam rentang 10 Ferbuari – 5 Maret 2014 itu juga mencatat elektabilitas Jokowi secara individu mencapai 40,32 persen. Disusul Prabowo Subianto 10,64 persen, Jusuf Kalla 6,08 persen, Wiranto 4,96 persen, Aburizal Bakrie 1,12 persen dan Megawati Soekarnoputri 1,04 persen. Sementara 32,30 persen responden mengaku tidak tahu atau tidak menjawab.

Baca Juga :
900 Orang Para Satriawan-Santriwati Ponpes Asshidiqiah Menerima Materi Wawasan Kebangsaan

Survei dengan metodologi wawancara via telepon (teleriset) itu melibatkan 1.250 responden perwakilan warga yang tinggal di 10 kota, antara lain Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, Medan, Makassar, Yogyakarta, Palembang, Denpasar dan Balikpapan.

Adapun margin of error lebih kurang 2,77 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Survei ini dibiayai oleh SSSG dengan kerja sama Pedoman News. AN-MB