Denpasar (Metrobali.com)-

Memberdayakan warga desa dalam menanggulangi kemiskinan tidak saja menjadi tanggung jawab pemerintah, namun diharapkan peran serta masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam program pemberdayaan masyarakat. Pemerintah Kota Denpasar secara getol melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam program pemberdayaan masyarakat yang nantinya mampu menanggulangi permasalahan yang ada disetiap wilayah.

Seperti Kiprah salah satu warga Denpasar yakni Wiwik Setiawati yasng tergabung dalam  Pemberdayaan masyarakat Desa Pemogan yang mendapat apresiasi dan penghargaan dari Kementrian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat RI sebagai Inovator terbaik PNPM Mandiri Perkotaan Tingkat nasional. Penghargaan ini diserahkan Deputi Bidang Koordinaasi Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementrian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat RI Sujana Royat beberapa waktu lalu.

Atas keberhasilan ini Pemerintah Kota Denpasar juga memberikan apresiasi kepada Wiwik Setiawati. Apresiasi ini disampaikan Sekda Kota Denpasar AAN.Rrai Iswara ketika menerima yang bersangkutan di ruang kerjanya Selasa (12/12).
 “Kami akan terus berupaya mengembangkan mitra dengan pihak-pihak sekitar Desa Pemogan, yang nantinya dapat meningkatkan ketrampilan yang berimbas pada peningkatan penghasilan keluarga,” ujar Wiwik Setiawati di Kantor Walikota.
Lebih lanjut dikatakan keterlibatannya dalam pemberdayaan masyarakat  telah dimulai pada 2007 lalu. Yang dimulai dari mejadi bagian kelompok relawan kesehatan lingkungan yakni juru pemantau jentik Kota Denpasar. Dalam memberdayakan masyarakat Wiwik mengaku mulai teribat dalam kegiatan PNPM mandiri Perkotaan, dan termotivasi bagaimana menemukan cara dalam menanggulangi kemiskinan di Desa Pemogan.
“Saya berpikir untuk bisa memberdayakan ibu rumah tangga di desa saya. Sebab gaji suami mereka tidak cukup. Yang dibutuhkan ibu rumah tangga disini bukan hanya modal, namun juga pelatihan keterampilan,” ujarnya.
Dia mengakui bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari perhatian Walikota dan Pemerintah Kota Denpasar baik secara langsung maupun tidak langsung melalui dana kemitraan. “Kami sangat bersyukur bahwa pak Walikota sangat memperhatikan program PNPM ini dengan memberikan dana kemitraan,” katanya.
Melihat keseharian ibu rumah tangga di Desa Pemogan Wiwik mengaku mengkoordinir dan dilatih menjahit, serta mendapatkan jahitan sehingga berdampak pada peningkatan penghasilan mereka. Tidak berhenti dalam pemberdayaan ibu rumah tangga, Ia juga menyasar para pemuda desa setempat yang membutuhkan keterampilan otomotif yang bekerja sama dengan dealer Sepeda motor didesa setempat.
Wiwik yang juga anggota di BKM Karya Sosial Merata Kecamatan Denpasar Selatan, mengaku  telah mampu memberikan sebagian pemuda untuk berwirausaha di bidang otomotif dengan membuka bengkel. Disamping itu untuk lebih meningkatkan kemandirian masyarakat Desa, Wiwik mengaku juga bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kota Denpasar untuk dapat memberikan pelatihan. Disamping itu juga bekerjasama dengan Kepala Desa Pemogan untuk aktif dalam memantau kegiatan PNPM Mandiri Perkotaan. “Kami akan terus berupaya mengembagkan mitra dengan pihak-pihak di sekitar Desa Pemogan, yang nantinya mampu mewujudkan bapak angkat yang bersedia mendanai kegiatan di tingkat masyarakat,” ujar Wiwik.
Sementara itu Sekda Kota Denpasar AAN. Rai Iswara mengharapkan agar yang dilakukan oleh Wiwik Setiawati dapat diikuti oleh masyarakat lainnya. “Saya berharap Wiwik mampu menjadi inovator dan inspirasi bagi masyarakat lainnya,” pungkasnya. ANTOK-MB
Baca Juga :
Tiga Visi Besar Presiden Jokowi untuk Kemajuan Inovasi dan Teknologi Nasional