Denpasar (Metrobali.com)-

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) merupakan partai mayoritas di Pulau Bali. Sadar akan hal itu, gabungan partai politik berencana ‘mengeroyok’ partai asuhan Megawati Soekarnoputri itu. “Kami berharap Pilgub Bali 2013 ”head to head” bisa terwujud. Kami intensif komunikasi dengan Golkar, termasuk partai lain untuk membangun kebersamaan di Pilgub 2013,” kata Ketua DPD Partai Demokrat Bali, Made Mudarta, Senin 19 November 2012.

Rencana koalisi untuk menghadapi PDIP itu diambil lantaran sejumlah partai politik di Bali sudah mengetahui rencana PDIP di Pilgub Bali.  Mudarta sendiri sudah mengaku sudah melakukan komunikasi koalisi dengan PDIP. Namun, kata dia, hal itu sepertinya sulit terwujud. “Kami komunikasi juga dengan merah (PDIP.tTapi rupanya PDIP, pascakemenangan di Pilkada Kabupaten Gianyar tambah yakin. Di jakarta yang kecil menang, apalagi di Bali yang mayoritas,” sebut Mudarta.

Dengan ”head to head”, Mudarta berharap Pilgub Bali yang digelar 15 Mei 2013 berlangsung satu putaran. “Harapan kami satu putaran,” kata dia. “Dengan head to head, rakyat lebih mudah memilih. Gubernur terpilih meraup suara mayoritas, 50 persen plus 1. Jangan sampai gubernur terpilih hanya 31 persen. Artinya ada 69 persen yang tak memilih,” tambah Mudarta.

“Suasana merah (PDIP) sudah kita ketahui. Mereka terinspirasi kemenangan di Jakarta, maka di Pilgub Jabar mereka juga mengusung paket kader-kader,” tambahnya.

Sementara itu, dari hasil komunikasi dengan sejumlah partai, Mudarta sepakat semua partai akan mengusung Made Mangku Pastika, kandidat incumbent yang dipastikan tak lagi diusung PDIP. PDIP sendiri dikabarkan akan mengusung kadernya yang menjabat Wakil Gubernur Bali, Anak Agung Ngurah Puspayoga.

“Kandidat yang diusung untuk gubernur sudah dipastikan Made Mangku Pastika. Tapi untuk pendampingnya, kami masih komunikasikan, karena masing-masing partai punya kandidat,” terang Mudarta.

Baca Juga :
Sekda Adi Arnawa Pantau Pelaksanaan Vaksinasi Tahap Ketiga di RS Mangusada

Di Demokrat, sambung dia, sudah ada kandidat yang dijagokan mendampingi mantan Kapolda Bali itu periode 2013-2018. Aspirasi yang berkembang mengerucut kepada dirinya. Namun Mudarta menyerahkan sepenuhnya kepada Majelis Tinggi yang akan memutuskan. “Tinggal tunggu keputusan Majelis Tinggi. Majelis Tinggi akan berkomunikasi dengan kandidat gubernur. Ada kecocokan atau tidak,” imbuhnya. BOB-MB