Denpasar (Metrobali.com)

 

Aroma semerbak daging segar menyeruak saat memasuki Gerai Steak house Bro di kawasan Jalan Merdeka Denpasar. Ada surga baru bagi penggemar sajian steak impor.

“Tak perlu mahal, kami sajikan berbagai menu yang menggugah selera, dengan cuma 60K maka kami sajikan daging steak impor berkualitas dari negeri Kangguru,” kata Yusuf Lachinsky didampingi Saifuddin Hakim, Pengelo Steak House Bro, Senin (9/5/2022).

Gerai Steak House bro yang begitu digemari penikmat penggemar steak. Bahkan jangan kecewa sebab kadang di jam-jam tertentu mesti ‘waiting list’ untuk masuk ke restoran yang memiliki ‘ambience” yang menawan ini.

Steak House bro menjadi satu-satunya restoran steak yang membandrol harga terjangkau dengan kualitas menu daging impor asal Australia bersertifikat HALAL dan sehat.

“Nikmati cita rasa steak premium bak restoran bintang lima dengan harga kompetitif dijamin tak bikin kantong robek,” tutur Saifuddin Hakim.

“Beef Steak” adalah daging yang umumnya diiris tipis dengan kekenyalan serat yang punya sensasi berbeda disetiap varian daging panggang yang disajikan dengan saus dengan rasa fantastik.

Perlu diketahui, Di Bali, tidak semuanya menggunakan daging impor, anda harus cermat memilih restoran steak.

Keinginan untuk memberikan sensasi daging impor dengan harga paling kompetitif membuat dua ‘Konco Lawas’ Yusuf Lachinsky dan Saifuddin Hakim menggagas restoran yang memiliki akun Instagram @steakhousebro_merdeka paling diburu, bahkan kerap terjadi antrian panjang antrean.

Coba rasakan Roasted Beef Black Pepper Sauce with French Fries & Topping Egg atau Spaghetti Roasted Beef Cream Cheese Sauce cuma dibandrol 50K.

Wagyu Served with French Fries and Black Pepper Sauce’, yang di olah dengan menggunakan daging Sapi Wagyu Phili hanya didapuk dengan harga 90K saja. Atau Lamb Shank 500g Served with Mash Potato & Black Pepper Sauce seharga 175K.

Baca Juga :
Pengamat : Perkembangan Gong Kebyar Terus Berlanjut

“Tapi sesungguhnya kami juga mengedukasi peradaban tata cara menikmati ‘Steak Western’ sejati,” kata Yusuf Lachinsky yang kerap disapa Pak Yusuf, seorang praktisi kuliner papan atas. (hd)