Jembrana (Metrobali.com)

 

Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana I Made Budiasa menyambut hangat kunjungan kerja Staf Khusus Menteri Dalam Negeri diantaranya Staf Khusus Mendagri Bidang Keamanan dan Hukum Irjen Pol. Drs. Sang Made Mahendra Jaya, Staf Khusus Mendagri Bidang Pemerintahan Prof. Muchlis Hamdy, MPA,Ph.D dan Staf Khusus Mendagri Bidang Politik dan Jaringan DR. Apep Fajar Kurniawan, S.Th.I,M.Si di Ruang VIP Kantor Bupati Jembrana, Kamis (29/9).

Kunjungan Staf Khusus Mendagri ini untuk lebih memahami Jembrana Satu Data Dari Desa (JSDDD) sebagai satu-satunya sistem data tunggal yang mengkonsolidasikan data desa, OPD hingga kementerian/lembaga.

Hal tersebut diungkapkan Staf Khusus Mendagri Bidang Pemerintahan Prof. Muchlis Hamdy, MPA,Ph.D ditemui usai pemaparan dari Pemkab Jembrana.

“Hal yang paling menarik dari kunjungan ini adalah kita dapat lebih mendalami lagi inovasi yang yang dilakukan Jembrana adalah sesuatu yang sangat bermanfaat, satu data berbasis desa yang berfokus pada SDGs Desa, ini suatu kegiatan yang sungguh luar biasa karena baru satu-satunya yang mencoba menkonsolidasi data-data tentang desa yang berkaitan dengan SDGs,” ucapnya.

Lanjut, kata Prof. Muchlis hal menarik lainnya adalah program JSDDD dilaksanakan dengan anggaran yang sangat minim, namun menghasilkan data yang mudah diakses untuk penyelenggaraan kebijakan pemerintahan.

“Data-Data ini bukan hanya mudah diakses tapi menjadi basis dari semua kegiatan pemerintahan yang lain, misalnya perencanaan dan pengawasan sosial, dan yang menarik adalah ketika program ini disusun dengan biaya yang sesungguhnya sangat minimal,” imbuhnya.

Pihaknya pun melihat, terwujudnya JSDDD sebagai upaya pemerintah kabupaten Jembrana untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. “Ini menunjukan bahwa terwujudnya satu data berbasis desa karena semangat para penyelenggara pemerintahan di Jembrana untuk kebaikan rakyat, penyelenggaraan pemerintahan dan untuk kebaikan pelayanan publik,” tandasnya.

Sementara itu, Sekda Jembrana I Made Budiasa mengatakan JSDDD mendapat apresiasi dari staf khusus Mendagri, karena hal tersebut sejalan dengan program Kementerian Dalam Negeri dalam merancang regulasi penyusunan data di daerah.

“Staf Khusus dari Mendagri sangat mengapresiasi apa yang sudah kita perbuat sebagai inovasi dari pemerintah Jembrana yang diwujudkan dengan program Jembrana Satu Data Dari Desa, seperti yang disampaikan bahwa beliau di Kementerian Dalam Negeri juga sedang merancang regulasi mengenai penyusunan data-data yang ada di daerah, Oleh karena itu hasil dari inovasi kita akan dijadikan bahan masukan untuk dikolaborasikan dengan apa yang sedang beliau rencanakan di tingkat pusat,” ujarnya.

Lanjutnya, Birokrat yang pernah menduduki jabatan kepala BKPSDM ini menuturkan perlu adanya konsolidasi antara pemerintah kabupaten Jembrana dengan Kementerian Dalam Negeri khususnya mengenai data kependudukan dan pemerintahan desa.

“Untuk menyelaraskan program yang telah kita buat dengan pemerintah pusat, perlu juga kita konsolidasi ke Kemendagri karena data kita merupakan bagian dari data pemerintah pusat khususnya di kemendagri antara lain data kependudukan dan pemerintahan desa,” pungkas Budiasa.

Selain untuk mengetahui JSDDD, dalam kesempatan tersebut para Staf Khusus Mendagri juga melihat secara langsung proses budidaya udang Vanane di Indonesian Naval Aquagriculture Program (INAP) 2 di desa Pengambengan serta pengolahan sampah terpadu di TPA Peh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara.

Sumber : Humas Jembrana

Editor : Sutiawan