Bangli (Metrobali.com)-

Naikanya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium hingga 40% , membuat  para  sopir atau pemilik angkutan umum  di Bangli berada pada posisi dilematis . Jika para sopir angkutan umum  menaikan  tarif angkut , mereka takut bakal kehilangan penumpang. Disalah satu sisi jika  tarif tidak dinaikan , beberpa jenis barang  terutama onderdil atau suku cadang kendaraan harganya telah disesuaikan  dengan kenaikan harga BBM.

Salah seorang  sopir angkutan umum , I Ketut  Sudana , Minggu (23/6) mengatakan  walaupun harga BBM telah  naik , namun tidak serta merta untuk   ongkos  angkut  ikut naik . Sejatinya ada niatan untuk menaikan ongkos angkut, namun yang justru ditakutkan adalah  kenaikan ongkos angkut  justru berdampak semakin  sepinya penumpang “ Ongkos angkut saja belum dinaikan  tapai penumpang juga tetap sepi , apalagi ongkos dinaikan bisa- bisa orang enggan naik angkot “ ujarnya .

Namun demikian ada pula penumpang yang mau mengerti dengan   kondisi yang kita hadapi ,  dimana  ada penumpang secara sukarela membayar lebih ongkos angkut .  Sopir yang melayani trayek Bangli – Tembuku ini , mengatakan   kalau dilihat dari prosentase kenaikan BBM  hingga 40%  maka  sangatlah wajar kalau   untuk tarif  Bangli-  Bangbang, sebelum kenaikan Rp 5000 naik menjadi Rp 7000.  Tembuku- Desa Jehem sebelumnya Rp 3000 naik menjadi Rp 5000. “ Itu keinginan para sopir , tapi kita kembalikan kepada penumpang , kita tidak saklek  terkait tarif yang penting  sama- sama bisa jalan “ ujarnya

Hal senada juga diungkapkan oleh  Pak  agung sopir angkut Bangli- Gianyar , dimana  kata  pria asal Puri  Dencarik ini , tentu dengan kenaikan harga BBM  tentu semakin menambah sengsara para sopir angkut . Pasalnya    mengacu dari kenaikan BBM beberpa tahun lalu , pihak Dinas perhubungan Propinsi mengeluarkan ongkos  atau tarif batas atas dan batas bawah angkutan penumpang umum antar kota dalam propinsi. Ternyata  peraturan tersebut tidak bisa terealisasi di lapangan . Dimana  para penumpang justru membayar ongkos dibawah batas  bawah . dia mencontohkan untuk  tarif Bangli- Gianyar   untuk batas bawah tertera  Rp 7800, dan  realisasinya dibawah para penumpang hanya membayar Rp 5000.

Lantas disinggung dengan kenaikan tahun ini ? Mengacu dari kenaikan harga BBM  tahun ini , memang  ada niatan untuk menaikan tarif angkut , dan pihaknya masih menunggu  aturan  yang mengaturnya. “Mudah- mudahan penumpang mengerti dengan  kondisi yang kita hadapi “ujarnya. WAN-MB