Foto : Ketua DPW Partai PSI Bali I Nengah Yasa Adi Susanto S.H.,M.H.,CHT.

Denpasar (Metrobali.com)-

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bali menyikapi dingin hijrahnya kadernya Ni Luh Putu Ary Pertami atau yang lebih dikenal dengan Ni Luh Djelantik yang maju nyaleg DPR RI daerah pemilihan (dapil) Bali lewat Partai NasDem. Padahal Ni Luh Djelantik sudah pasti dapat tiket nyaleg dari PSI pasca lolos seleksi beberapa bulan lalu.

Namun satu bulan menjelang dibukanya pendaftaran nama-nama bakal calon anggota legislatif (bacaleg)  di KPU (Komisi Pemilihan Umum), pegiat eknomi kreatif yang terkenal dengan produk sandalnya itu tiba-tiba pindah ke NasDem dan akhirnya mendapatkan tiket nyaleg ke Senayan. “Tidak masalah Sis Ni Luh Djelantik dari NasDem. Kita hormati. Saya bilang ke teman teman jangan khawatir. Generasi milenial harus optimis berjuang dalam kondisi apapun,” kata Ketua DPW Partai PSI Bali I Nengah Yasa Adi Susanto S.H.,M.H.,CHT saat ditemui di Kantor DPW PSI Bali, Jalan Kusuma Bangsa, Denpasar, Kamis (19/7/2018).

PSI Bali tetap menghargai keputusan Ni Luh Djelantik”lompat” pagar ke NasDem kendati memang sudah diamankan tiket nyaleg ke Senayan. “Beliau sudah ikut seleksi di PSI. Sudah lolos dan diminta koordinasi dengan DPW (PSI Bali-red). Tapi tidak ada. Tiba-tiba memutuskan pindah partai,” terang Adi Susanto.

Agar tidak ada kekosongan calon dan kurangnya kuota perempuan, PIS Bali telah mencarikan calon pengganti Ni Luh Djelantik. Bahkan untuk komposisi bakal caleg DPR RI juga sudah lengkap 100 persen dan telah didaftarkan ke KPU Pusat, Senin, 16 Juli 2018. “Pengganti juga cukup kuat dan sudah punya basis massa serta banyak berkiprah di Bali. Bukan orang luar Bali,” ujar Adi Susanto

Baca Juga :
Baduy nol kasus COVID-19

PSI Bali menganggap kepergian Ni Luh Djelantik bukan masalah besar bagi partai yang lebih banyak dihuni generasi muda milenial itu. Sebab tidak ada pengaruhnya pada suara partai. Walau Ni Luh Djelantik memang dikenal punya popularitas tinggi dan punya banyak pengikut di media sosial seperti Instragram dengan 155 ribu lebih followers, hal tersebut dianggap tak cukup untuk meningkatkan elektabilitas. Aktif dan banyak followers di medsos bukan jaminan terpilih sebagai wakil rakyat.

“Untuk menggaet pemilih tidak bisa kita perhitungkan hanya dengan aktif di medsos. Apalagi tidak ada aksi dan kerja nyata di masyarakat. Netizen juga sudah cerdas menilai mana yang hanya pencitraan mana yang bekerja nyata,” tambah Adi Susanto yang juga maju nyaleg ke DPR RI itu.

Adi Susanto menilai publik juga bisa saja memberikan pandangan miring dengan kepindahan Ni Luh Djelantik ke NasDem. Bahkan bisa dianggap sebagai politisi “kutu loncat” hanya demi mencari posisi aman. Apalagi diketahui di awal-awal bergabung PSI, wanita kelahiran Bangli 15 Juni 1975 itu begitu menggebu-gebu dan bersemangat ingin berjuang di partai besutan Grace Natalie itu.

Bahkan dalam berbagai kesempatan, peraih penghargaan dari Amerika Serikat Best Fashion Brand & Designer The Yak Awards 2010 begitu membanggakan PSI dan kerap memposting ajakan untuk mengubah paradigma politik.
“Publik bisa melihat ini bagaimana? Belum apa-apa sudah berpindah haluan,” tutup pria yang kini menjabat Direktur PT Ratu Oceania Raya Bali itu dan juga pendiri LPK Monarch Bali itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, kepastian majunya Ni Luh Djelantik terungkap dalam daftar nama bakal caleg yang disetorkan NasDem ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat, Senin 16 Juli 2018. Fakta ini juga dikuatkan oleh unggahan di Instagram pribadinya @niluhdjelantik.

Baca Juga :
Polda Jambi Tahan Sembilan Tersangka Karhutla

Dalam unggahan tersebut tampak  Ni Luh Djelantik memakai seragam Partai NasDem
Pada keterangan yang ia tulis, ia menyampaikan keputusannya tersebut.  Ia ingin menjadi bagian perjuangan sebagai wakil rakyat yang terlahir dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.

Kendati telah pindah partai ke NasDem, ia juga menyampaikan bahwa ia tetap mendukung perjuangan rekan-rekannya di PSI. Bahkan kecintaannya pada partai besutan Grace Natalie itu tak akan pernah luntur dan berubah kendati sudah  “berganti baju.”

Berikut petikan lengkap postingan Ni Luh Djelantik.

“Dari Rakyat Oleh Rakyat dan Untuk Rakyat bukan lagi slogan dan angan belaka. Aku ingin menjadi yang pertama untuk menyampaikan pada kalian bahwa perjuangan kulanjutkan dengan Partai NasDem.”

“Sayang dan cintaku pada PSI tak berubah dan aku berdoa yang terbaik untuk adik-adikku tuk nantinya kan melangkah bersama kita.”

“PSI menerima dan menghormati keputusanku serta memberikanku doa dan semangat dengan tulus,” tulis @niluhdjelantik.

Pewarta : Widana Daud

Editor   : Whraspati Radha