Foto: Anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar dari PSI Emiliana Sri Wahjuni.

Denpasar (Metrobali.com)-

Kota Denpasar akan memiliki tambahan satu SMP Negeri baru lagi pada tahun 2023 mendatang. Pasalnya gedung SMPN 16 Denpasar rencananya akan dibangun di atas lahan eks SDN 14 Sesetan di Jalan Kertha Winangun No 1, Desa Sidakarya, Kecamatan Denpasar Selatan.

Pembangunan SMP Negeri baru ini mendapatkan dukungan penuh dan apresiasi kalangan wakil rakyat di DPRD Kota Denpasar sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Kota Denpasar untuk membangun dan memajukan dunia pendidikan.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar yang membidangi pendidikan Emiliana Sri Wahjuni berharap pembangunan SMPN 16 Denpasar ini bisa benar-benar terealisasi di tahun 2023.

“Tahun depan kami harapkan segera teralisasi dan tentu kami akan kawal bersama. Sebab ini memang menjadi kebutuhan dan sudah ditunggu-tunggu warga. Jangan sampai warga diPHP,” kata wakil rakyat yang akrab disapa Sis Emil ini, Senin (19/9/2022).

Sis Emil berharap kondisi perekonomian lebih cepat pulih dan kondisi anggaran atau keuangan pemerintah daerah juga bisa lebih baik sehingga program-program prioritas untuk rakyat seperti di sektor pendidikan tidak terkendala seperti saat di awal dan puncak masa pandemi. Sebelumnya pemerintah melakukan refocusing anggaran untuk penanganan pandemi Covid-19 dan anggaran sektor pendidikan juga ikut terdampak.

“Jangan sampai ada refocusing lagi. Dan pemerintah harus menghitung detail anggaran untuk pembangunan sekolah ini. Jangan sampai sekolah dibangun tapi tidak ada kursi dan meja serta fasilitas pendukung lainnya,” kata srikandi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini mengingatkan seraya mengapresiasi upaaya Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Denpasar dalam upaya memajukan pendidikan di Kota Denpasar.

Baca Juga :
Gunung Tangkuban Perahu Kembali Meletus pada Kamis Malam

Sekretaris Fraksi NasDem-PSI DPRD Kota Denpasar ini menambahkan tidak bisa diupungkiri sekolah negeri menjadi kebutuhan bagi warga di tengah semakin banyaknya jumlah penduduk dan tiap tahun lulusan siswa baru yang membutuhkan sekolah ke jenjang lebih tinggi terus bertambah. Sementara di sisi lain ketersedian sekolah negeri belum memadai.

Namun Sis Emil juga tetap mendorong pemerintah untuk memperhatikan keberadaan sekolah swasta sehingga diharapkan ke depannya tidak ada lagi dikotomi antara sekolah negeri dan sekolah swasta.

“Denpasar ini kan smart city dan sudah menjadi tugas kita bersama untuk ikut peduli memajukan pendidikan dan mencetak SDM unggul di Kota Denpasar,” pungkas Anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar yang membidangi kesehatan, pendidikan, pemuda dan olahraga, pemberdayaan perempuan, sosial dan tenaga kerja, kebersihan dan pertamanan, pariwisata dan lain-lain ini. (wid)