Sudikerta (2)

Denpasar (Metrobali.com)-

Ketahanan pangan,kesediaan air  dan sumber  energi baru yang ramah lingkungan untuk masa depan perlu dipersiapkan dari sekarang.  Mengingat kebutuhan akan energi listrik , air bersih dan pangan merupakan  kebutuhan pokok masyrakat . Hal tersebut disampaikan wagub Sudikerta saat memimpin rapat sinkronisasi pembangunan mega proyek Bendungan Sidan di ruang kerjanya Jumat (26/6).

Dijelaskan Sudikerta Bendungan Sidan yang akan mulai dibangun tahun 2016 ini, nantinya akan memberikan banyak manfaat bagi warga sekitar seperti irigasi persawahan, bahan baku air bersih dan juga sebagai pembangkit energi listrik. Bahkan tidak menutup kemungkinan, bendungan ini nantinya bisa menjadi destinasi pariwisata baru di Bali.

Rancangan Bendungan Sidan terletak pada daerah aliran sungai Tukad Ayung dan lokasi genangan air akan melewati tiga kabupaten yaitu Kabupaten Badung,kabuaten Bangli dan kabupaten Gianyar. Dalam laporan yang disampaikan oleh Kepala Badan Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida  Ketut Jayada, pembangunannya akan dilakukan di atas lahan seluas kurang lebih 60 hektar dan bisa menghasilkan air baku 1750 litre / detik dan tenaga listrik sekitar 1,1 MW.

Menurut Jayada ketersediaan air bersih di bali hanya sampai tahun 2020 sehingga dipandang amat perlu dan mendesak untuk segera merealisasikan pembangunan bendungan tersebut. Jayada juga menjelaskan bahwasannya Program dari Pemerintah pusat yang menargetkan pembangunan satu bendungan di Bali sejalan dengan rencana yang akan diambil pemprov. Jika bendungan sidan telah berjalan maka akan dilanjutkan dengan bendungan selat kanan dan selat kiri yang nantinya diprioritaskan untuk pembangkit tenaga listrik dan irigasi.

Menanggapi laporan dari Kepala BWS, wagub Sudikerta meminta agar BWS menyiapkan dengan matang  proyek tersebut termasuk kajian AMDAL dan tak kalah penting adalah pembebasan lahan. Sudikerta menargetkan pembebasan lahan sudah harus selesai per tahun anggaran 2015 sehingga pada tahun 2016 pembangunan fisik sudah dapat dimulai.  Dalam pembebasan lahan wagub meminta agar bersosilaisasi dengan masyarakat melalui para tokoh masyarakat dan subak dari masing masing wilayah yang terkena proyek ini.

Mengingat proyek ini melibatkan tiga kabupaten yaitu kabupaten badung, bangli dan gianyar , Sudikerta juga menanyakan kesiapan dan tanggapan  dari masing masing kabupaten. Secara keseluruhan pihak kabupaten menyatakan siap sepenuhnya mendukung upaya pemprov mewujudkan proyek tersebut dan berharap proyek ini dapat memberikan kontribusi bagi msyarakat di titik titik pembangunan mega proyek tersebut.

Hadir dalam rapat sinkronisasi kali ini Bupati Badung yang diwakili oleh Kepala  Bina Marga  Ida Bagus Surya, Bupati Gianyar yang diwakili oleh Kepala PU  Ida Bagus Sudewa dan  Bupati Bangli yang diwakili Kepala Bidang Pengairan PU Bangli Agus Yudi.Hadir pula mendampingi Wagub, Asisten Bidang Ekonomi pembangunan dan kesejahteraan rakyat, Kepala biro Aset Provinsi bali serta SKPD terkait di lingkungan Pemprov Bali. AD-MB

Baca Juga :
Aksi Deiyai, Wiranto: 2 Tewas dan 6 Luka-luka