Foto: Pelabuhan Benoa siap menjadi home port pertama di Indonesia.

Denpasar (Metrobali.com)-

Pelabuhan Benoa yang dikelola BUMN Pelindo III sangat serius menyiapkan diri menjadi home port cruise (rumah bagi kapal pesiar). Ini akan menjadi home port pertama di Indonesia, bahkan bisa jadi yang kedua di Asia Tenggara.

“Saat Pelabuhan Benoa jadi home port atau rumah kapal pesiar, nantinya kapal pesiar berangkat dari Benoa, kemudian berkeliling di Indonesia Timur dan nanti akan kembali lagi ke Benoa,” kata CEO Pelindo III Regional Bali Nusra, I Wayan Eka Saputra didampingi GM Pelindo Benoa III, Anak Agung Gede Agung Mataram, Senin (6/5/2019).

Pada akhirnya keberadaan home port Pelabuhan Benoa dengan meningkatkan kunjungan wisatawan kapal pesiar dapat menimbulkan multiplier effect yang  cukup besar tidak hanya bagi pariwisata Bali tapi Indonesia khususnya wilayah Indonesia Timur.

“Dengan menjadi home port, pelabuhan Benoa ini strategis untuk konektivitas pariwisata ke Indonesia Timur dan Barat. Adanya juga peningkatan kegiatan seperti penyediaan logistik untuk kapal pesiar,” terang Eka Saputra.

Penuhi Permintaan Cruise Line

Saat ditanya kapan target Pelabuhan Benoa bisa beroperasi sepenuhnya sebagai home port, GM Pelindo Benoa III Anak Agung Gede Agung Mataram menerangkan hal tersebut butuh proses.

Sebab juga pihaknya harus menyesuaikan dengan kebutuhan atau permintaan dan kualifikasi dari pihak operator kapal pesiar sebagai pengguna jasa pelabuhan nantinya.

“Penyiapan sarana prasarana ini butuh waktu. Kami  juga perlu tampung keinginan pihak cruise line. Sebab pihak cruise line pasti berikan spesifikasi. Ini yang kita masih siapkan,” ungkapnya.

Fokus Tingkatkan Sarana Prasarana

Berbagai persiapan pun telah dilakukan pihak Pelindo III untuk segera mewujudkan Pelabuhan Benoa menjadi home port pertama di Indonesia. Mulai dari penyiapan sarana prasarana hingga menyerap masukan berbagai stakeholder terkait melalui FGD (Focus Group Discussion) yang digelar belum lama ini.

Baca Juga :
Ribuan warga Sorong nyalakan lilin untuk Ahok

FGD ini melibatkan instansi seperti Dinas Pariwisata sejumlah daerah seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Lombok, Banyuwangi, dsn Singaraja. Lalu pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) dan GM Pelabuhan di daerah tersebut hingga juga perwakilan pihak  cruise line, pelaku pariwisata dan pihak konsultan.

“Ada berbagai masukan terkait peningkatan pelayanan cruise di wilayah Pelindo III, kesiapan yang harus dilakukan dan sarana prasarana Pelabuhan Benoa  untuk menjadi home port, pengoperasian terminal penumpang internasional, proses embarkasi. Hingga juga tambahan tujuan destinasi untuk kunjungan kapal pesiar,” papar Eka Saputra.

Terkait sarana prasarana atau fasilitas dan hal teknis lainnya yang perlu disiapkan Pelabuhan Benoa, Eka Saputra menyebutkan seperti bolder (alat pengikat kapal), alat pengukur gelombang arus laut, X-Ray di terminal penumpang, dan lainnya.

“Kami juga lakukan simulasi di Politeknik Pelayaran Surabaya agar kapal-kapal besar bisa sandar di Pelabuhan Benoa,” imbuh Eka Saputra.

Siap Datangkan Kapal Pesiar Besar

Pelabuhan Benoa juga telah merampungkan pengerukan dan pendalaman alur dari minus 9 Meter LWS (low water spring/rata-rata muka air laut) menjadi minus 12 Meter LWS.

Hal tersebut telah memungkinkan kapal pesiar dengan LOA (Length of All) / ukuran panjang lebih dari 350 Meter untuk sandar di demaga dimana sebelumnya hanya bisa berlabuh diluar pelabuhan.

Dengan adanya revitalisasi tersebut, tentunya akan menambah minat kedatangan kapal pesiar karena dari sisi keamanan dan kenyamanan akan terjamin.

Kini  kolam di dermaga timur, selatan, kolam di curah cair dan gas telah menjadi minus 12 meter LWS dari sebelumnya antara minus 8 hingga minus 9 meter LWS.

Selain itu turning basin atau area untuk berputar kapal juga diperlebar sehingga kapal yang memiliki radius putar lebih panjang dapat melakukan manuver dengan aman dari 300 meter sekarang menjadi 420 meter.

Baca Juga :
"Nasib" Amien Rais di PAN, Bima Arya: Tergantung ketua umum

Selain itu,  lebar di kolam timur dari awal 150 meter sekarang telah menjadi 200 meter, dan untuk kolam barat dari 150 meter menjadi 330 meter.

Beautifikasi hingga Tingkatkan Kapasitas Terminal Penumpang

Selain itu, untuk mendukung pelabuhan benoa menjadi rumah bagi kapal pesiar tersebut, Pelindo III juga sedang melakukan pengembangan lain di antaranya penataan kembali zona peruntukan kapal wisata, BBM dan Gas, perikanan. Termasuk juga pembangunan terminal internasional dengan melakukan beautifikasi kawasan pelabuhan dengan sentuhan artistik khas Bali. Termasuk juga adanya penataan gate depan hingga joging track di areal pelabuhan.

Pelindo III meningkatkan  kapasitas gedung terminal penumpang yang semula hanya berkapasitas 900 orang akan diperbesar hingga menampung 3.500 orang dalam bangunan seluas 5.600 meter persegi.

“Pembangunan gedung terminal penumpang kapal pesiar di Benoa ini ditargetkan selesai Juli 2019 dimana saat ini progress pembangunan fisik bangunan telah mencapai 75 persen,” terang Eka Saputra. (wid)