penyakit pencernaan
   Nusa Dua (Metrobali.com)-

Sekretaris Jenderal Kongres “Asian Pacific Digestive Week” (APDW) Dr Dadang Makmun mengatakan agenda penting pertemuan kali ini adalah membahas masalah penyakit pencernaan di perut manusia, karena prosentasenya terus meningkat di dunia.

     “Agenda penting dalam pertemuan ini adalah membahas masalah pencernaan pada perut manusia yang terus meningkat setiap tahun,” katanya pada acara APDW 2014 di Nusa Dua, Bali, Minggu (23/11).
     Dadang Makmun menjelaskan, selama ini orang berpikir jika kesehatan pencernaan itu hanya menjadi bagi saluran pencernaan di dalam perut manusia.
     “Padahal yang dimaksud dengan pencernaan itu mulai dari mulut, kerongkongan, usus besar, usus 12 jari sampai hati. Ini merupakan satu kesatuan dari saluran pencernaan tersebut dan juga menjadi bagian yang sangat penting bagi kehidupan manusia,” katanya.
     Ia mengatakan saat ini penyakit saluran pencernaan masuk dalam 10 besar penyakit mematikan di dunia. Hal yang sama juga terjadi di Indonesia. Berbagai penyakit saluran pencernaan di Indonesia mulai meningkat dari tahun ke tahun.
     Data terakhir menunjukkan, 30 persen dari pasien di rumah sakit di Indonesia merupakan pasien yang berhubungan saluran pencernaan. Sementara 40-46 persen pasien yang berkunjungan ke klinik, dokter praktek adalah pasien dengan gangguan pencernaan.
     “Pasien yang berkunjung ke berbagai ahli atau spesial saluran pencernaan di Indonesia juga meningkat dari tahun ke tahun,” ujarnya.
     Dari berbagai gangguan pencernaan tersebut sudah banyak kasus gangguan pencernaan yang berujung pada kanker saluran pencernaan seperti kanker usus, kanker hati dan sejenisnya.
     Sementara itu, Presiden APDW Prof Dr A. Azis Rani mengatakan penyakit saluran pencernaan seringkali memilki dampak ekonomi yang cukup tinggi. Biaya yang dikeluarkan untuk mengobati penyakit yang berhubungan dengan saluran pencernaan juga sangat tinggi.
     Ia mengatakan penyakit tersebut sangat berhubungan erat dengan gaya hidup. Indonesia sendiri menjadi salah satu negara dengan pasien gangguan pencernaan tertinggi di dunia.
     “Gaya hidup dan pola makan menjadi pemicu penyakit usus. Perlu diingatkan orang gemuk belum tentu sehat,” ujarnya.
     Dikatakan, bila tidak segera diobati atau ditangani akan muncul kasus-kasus berat sepert kanker, pendarahan, inflamasi, pankreas dan sebagainya atau terjadinya gangguan di beberapa bagian penting seperti salursan cerna, pankres, hepatologi, endoscopy dan beberapa bagian tubuh lainnya.
     “Kami sarankan semua masyarakat harus memeriksakan diri ke dokter atau puskesmas terdekat untuk mengetahui keadaan tubuhnya,” katanya.KS-MB

Baca Juga :
Semprotkan Desinfektan di Gereja, Mang Banu: Tak Ada Sekat Keyakinan dan Warna Politik Tangani Covid-19