Sean Gelael Tampil Meyakinkan di Silverstone

single-image

Sean Gelael - Action

Pembalap tim Jagonya Ayam with Carlin, Sean Gelael tampil meyakinkan pada sesi latihan Formula Renault 3.5 World Series di Sirkuit Silverstone, Inggris, Jumat (4/9).

 London, Inggris (Metrobali.com)-

Pembalap tim Jagonya Ayam with Carlin, Sean Gelael tampil meyakinkan pada sesi latihan Formula Renault 3.5 World Series di Sirkuit Silverstone, Inggris, Jumat (4/9). Ia menempati peringkat ke-9 dari 20 pebalap setelah mencatat waktu 1 menit 42,176 detik di lintasan sepanjang 5,891 kilometer itu.

Torehan itu lebih cepat 2,6 detik dari hasil yang ia peroleh di sesi latihan pertama pada pagi hari. Sukses menembus posisi 10 besar boleh dibilang cukup baik mengingat World Series seri sebelumnya di Austria telah berlangsung sebulan lalu. Dalam jeda balapan yang cukup panjang itu, Sean juga tampil di ajang GP2 Belgia yang punya gaya membalap berbeda dengan World Series.

 Meski begitu, ia tampak canggung saat kembali mengendarai mobil World Series di Silverstone. Dalam sesi latihan yang berlangsung 2X50 menit itu, Sean cepat beradaptasi dengan gaya membalap di ajang yang diselenggarakan Renault itu. Ia begitu cekatan saat melintasi tikungan demi tikungan di sirkuit favoritnya itu.

 ”Saya senang karena bisa dengan cepat menemukan ritme membalap di World Series. Penampilan di GP2 membantu saya untuk menyupir lebih bijaksana, lebih tenang dan tak kehilangan sentuhan teknik di atas lintasan,” ungkap pebalap berusia 18 tahun itu. Sean pun hanya tertinggal 0,1 detik dari rekan setimnya Tom Dillmann yang menempati posisi ke-8 saat latihan.

 Hasil ini membuatnya percaya diri menatap balapan pertama yang akan digelar Sabtu (5/9). Ia optimistis mampu finis di posisi 10 besar guna menambah koleksi poin di klasemen pebalap. Hingga seri keenam di Silverstone, Sean telah mengantongi nilai empat, hasil finis di posisi ke-8 pada seri kedua di sirkuit jalan raya Monte Carlo, Monako.

 ”Peluang untuk meraih poin di Silverstone cukup besar karena saya mengenal cukup baik karakter lintasannya. Perfoma mobil juga sedang bagus setelah tim teknisi dan mekanik bekerja keras selama libur balapan,” ujar putra mantan pereli nasional Ricardo Gelael itu.

 Sean juga memiliki kesempatan untuk mengenal lebih jauh karakter Silverstone ketika menjadi instruktur Akademi Nissan GT pada pertengahan bulan lalu.

 Untuk informasi lebih lanjut mengenai sepak terjang Sean Gelael di ajang World Series by Renault, GP2 dan Formula 3 serta update-update lainnya dari Sean, silahkan follow akun Twitter resmi Sean Gelael di @IDSeanGP dan fan page Facebook resmi Sean Gelael di  https://www.facebook.com/IDSeanGP serta www.sean-gelael.com

 Tentang Sean Gelael:

Muhammad Sean Gelael lahir di Jakarta pada 1 November 1996. Bakat membalap diwarisi dari sang ayah, Ricardo Gelael, yang menjadi pereli nasional pada tahun 1980-an. Di usia 11 tahun, Sean mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (Muri) sebagai navigator reli termuda. Setahun kemudian, Sean menjuarai reli nasional saat menjadi navigator pereli Inggris David Maslan dan pereli Australia Cody Crocker. Barulah pada tahun 2009 dan 2010, ia memenangi Kejuaraan Nasional Reli sebagai pebalap utama.

 Petualangan Sean di ajang karting dimulai pada tahun 2010. Kala itu, ia langsung menjuarai Kejuaraan Gokar Asia sebagai pebalap termuda. Prestasi itu diulangi Sean setahun berselang dalam Kejuaraan Gokar Asia di Sirkuit Sentul. Pebalap yang juga piawai melantunkan lagu hip-hop itu lalu memutuskan untuk terjun ke ajang single seater Formula Pilota Asia setahun kemudian. Di musim perdananya, Sean menempati peringkat kedua pebalap Asia dan peringkat empat dalam klasemen akhir pebalap.

 Sukses di tingkat Asia menjadi modal Sean untuk melangkah ke panggung balap formula di Eropa. Di Benua Biru, pebalap setinggi 1,88 meter itu mengikuti dua ajang sekaligus, yakni Formula 3 Eropa dan beberapa seri Formula 3 Inggris. Di ajang F3 Inggris, ia berhasil tiga kali naik podium, yang terdiri dari sekali sebagai runner up dan dua kali di peringkat ketiga. Ia pun tercatat sebagai pebalap termuda yang pernah naik podium F3 Inggris di usia 16 tahun 6 bulan 25 hari.

 Tahun lalu, pada musim keduanya berkiprah di F3 Eropa bersama tim Jagonya Ayam with Carlin, Sean mengoleksi 25 poin dari hasil sembilan kali finis di posisi 10 besar. Di akhir musim, ia menempati peringkat ke-18 dari 28 pebalap. Tahun ini, Sean mengikuti Formula Renault 3.5 World Series, ajang yang berada setingkat di bawah Formula 1.

 Di pertengahan musim, Sean memutuskan untuk mengikuti lima seri balapan GP2, yakni seri Hongaria, Belgia, Rusia, Bahrain, dan Abu Dhabi. Tujuannya ialah untuk belajar dan beradaptasi sebelum tampil penuh di ajang GP2 musim depan.

 Tentang Tim Jagonya Ayam with Carlin:

Tim Jagonya Ayam with Carlin dibentuk pada tahun 2014 oleh Ricardo Gelael. Sesuai namanya, tim ini disponsori oleh Kentucky Fried Chicken (KFC) Indonesia bekerja sama dengan Carlin Motorsport, sebuah tim balap terkemuka yang berbasis di Farnham, Inggris. Pada debutnya di ajang F3 Eropa, tim Jagonya Ayam with Carlin berhasil menempati peringkat kedua pada klasemen akhir tim dengan nilai 704 dari 11 seri.

 Itu tidak lepas dari kontribusi tiga pebalapnya, yakni Sean Gelael, Tom Blomqvist (Inggris), dan Antonio Giovinazzi (Italia). Bolmqvist bahkan sukses menjadi runner up dengan koleksi 420 poin berkat enam kali menjadi juara dari total 15 kali naik podium. Giovinazzi mengakhiri musim di urutan keenam dengan raihan 238 angka dan Sean melengkapi sukses tim Jagonya Ayam dengan tambahan 25 poin.

 Musim ini, tim Jagonya Ayam with Carlin berkiprah di ajang Formula Renault 3.5 World Series yang diperkuat Sean dan rekan barunya asal Perancis Tom Dillmann. Hingga seri kelima di Sirkuit Red Bull Ring, Austria, Juli lalu, tim Jagonya Ayam with Carlin telah mengoleksi 73 poin dan menempati peringkat keempat klasemen tim. Sean sendiri berada di peringkat ke-18 klasemen pebalap dengan koleksi empat poin berkat finis di posisi ke-8 pada seri kedua di Monako.

 Tentang KFC Indonesia

KFC Indonesia merupakan perusahaan makanan cepat saji yang hak waralabanya dimiliki sepenuhnya oleh PT Fast Food Indonesia Tbk. Pada tahun 1979, Perseroan mendapatkan akuisisi waralaba dengan pembukaan gerai pertama pada bulan Oktober di Jalan Melawai, Jakarta. Dengan bergabungnya Salim Group pada tahun 1990 sebagai salah satu pemegang saham utama, semakin mendorong inisiatif ekspansi bisnis Perseroan. Hingga kini, Perseroan telah mengoperasikan lebih dari 500 gerai KFC yang tersebar di Tanah Air.

 Dalam pengembangan usahanya, KFC Indonesia juga menunjukkan kepedulian terhadap pengembangan beberapa cabang olahraga, antara lain balap sepeda, sepak bola, dan otomotif. Di bidang otomotif inilah, kepedulian KFC Indonesia diterapkan dengan membantuk tim Jagonya Ayam with Carlin yang salah satunya diperkuat pebalap Indonesia Sean Gelael.

 Dengan prestasi yang cukup gemilang sejauh ini, nama Jagonya Ayam dan KFC pun semakin dikenal di Eropa. Ini sejalan dengan misi KFC Indonesia yang bertekad memperkuat citra merek KFC dengan strategi dan ide yang inovatif. Salah satunya dengan komitmen pembentukan tim balap mobil yang berkiprah di ajang internasional. RED-MB

 

Bagikan :
Baca Juga :
Antasari Azhar datangi Bareskrim Polri, ada apa lagi?

Leave a Comment

Your email address will not be published.