Klungkung ( Metrobali.com )
Kasus pengancaman kembali terjadi diwilayah hukum Polres Klungkung. Kali ini menimpa I Kadek Suriata 29 asal Dusun Pau, Desa Tihingan,  Kecamatan Banjarangkan,  Klungkung. Pengancaman itu sendiri terjadi di rumah korban pada Sabtu ( 24/11 ) sekira pukul 18.15. Wita.

Dengan kejadian tersebut sekira pukul 18.30 wita korban melapor ke Malpores Klungkung. Saat ditemui di Polres korban mengaku tidak tahu duduk permasalahannya tiba tiba terlapor bernama Wayan Mudra 34 asal desa yang sama, membuka pintu pagar secara paksa hingga membuat tembok pagar bergetar.

Tidak sampai disitu menurut korban, terlapor sampai  masuk ke pekarangan rumah dan hendak memukul istri saya A A Made Kiniasih 29, ujar korban. Terlapor sempat mengancam istri saya dengan ucapan ” hai pete gen ci nah, bungut ci antem cang bungut ci  nah ” (hai omong aja kamu ya..saya pukul mulut kamu, red  ) ujar korban menirukan ucapan terlapor.

” Saya sempat menghalangi hingga adu dada kepada korban namun tidak sampai adu jotos ” ungkapnya sambil mengatakan terasa gemetar waktu itu.

Menurutnta ada saksi yang menyaksikan kejadian itu dia adalah Putu Madri 50 asal desa setempat. Saksi waktu itu teriak agar terlapor disuruh berhenti dan jangan ribut. Mendengar teriakan saksi terlapor sebelum pergi sempat mengancam korban. ” Ya saya sempat diancam terlapor dengan mengatakan, ”awas ya kamu di Badung, saya tunggu di Badung,” ujar  korban menirukan ucapan terlapor saat diancam. Merasa terancam dan agar tidak terjadi yang dikehendaki selanjutnya korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Klungkung.
Sebelumnya korban mengaku istrinya sempat diancam juga di pasar Galiran Klungkung. Itupun menurut sang istri banyak saksi yang tahu. Terlapor sempat mengancam hendak memukul istrinya, ujarnya. Sementara hingga berita ini diturunkan pihak Polisi masih melakukan lidik dan akan memanggil terlapor untuk kroscek. SUS-MB 

Baca Juga :
Komisi VI DPR memuji Menkeu Sri Mulyani