Foto: Ketua DPP PPS Kertha Wisesa Anak Agung Ngurah Gede Widiada (Gung Widiada) bersama jajaran pengurus, dewan guru pusat, para guru besar dan para atlet berfoto bersama Ki Nantra Dewata selaku Sesepuh ke-9 Perguruan Seruling Dewata dan rombongan dalam simakrama di Padepokan PPS Kertha Wisesa di Kerobokan, Kabupaten Badung pada Sabtu 3 Februari 2024.

Badung (Metrobali.com)-

Perguruan Pencak Silat (PPS) Kertha Wisesa menerima kehadiran para pengurus Perguruan Seruling Dewata dalam simakrama di Padepokan PPS Kertha Wisesa di Kerobokan, Kabupaten Badung pada Sabtu 3 Februari 2024.

Ki Nantra Dewata selaku Sesepuh ke-9 Perguruan Seruling Dewata dan rombongan diterima langsung Ketua DPP PPS Kertha Wisesa Anak Agung Ngurah Gede Widiada yang akrab disapa Gung Widiada bersama jajaran pengurus, dewan guru pusat, para guru besar dan para atlet.

Pada intinya dalam simakrama ini terungkap keinginan Perguruan Seruling Dewata sebagai perguruan pencak silat tertua di Bali untuk mengajak PPS Kertha Wisesa dan padepokan silat asli Bali lainnya untuk menyatukan diri membuat semacam paiketan pencak silat asli Bali.

Selain itu diharapkan bisa ada kolaborasi untuk mewujudkan destinasi pencak silat Bali kuno di Pulau Dewata yang bisa menjadi daya tarik wisatawan dimana nantinya wisatawan bisa belajar beragam aliran silat asli Bali dan silat Bali kuno, kemudian juga akan dilengkapi fasilitas museum, perpustakaan, panggung pertunjukan dan lainnya.

Hal tersebut juga akan mendukung rencana pendirian program studi pencak silat Bali di kampus Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dimana berdasarkan hasil penelitian disebutkan lokasi untuk pengembangan destinasi pencak silat asli Bali dengan berbagai fasilitasnya cocok dibangun di daerah Kabupaten Bangli.

Ki Nantra Dewata selaku Sesepuh IX Perguruan Seruling Dewata didampingi Kadek Suparta dari Sekretariat Pasraman Seruling Dewata menerangkan tujuan kehadiran pihaknya bersimakrama ke PPS Kertha Wisesa ini.

Dikatakan, pihaknya memang memiliki keinginan untuk membuat wisata silat Bali kuno yang mencakup museum, perpustakaan dan tempat pertunjukan silat Bali kuno sehingga bisa lebih dikenal. Oleh karena itu sesama pesilat Bali perlu dijajaki sehingga tidak ada pro dan kontra di kemudian hari sehingga juga bisa berjalan bersama-sama.

Dengan demikian orang-orang luar Bali akan tahu tentang beragam silat Bali kuno. Diharapkan kedepan ikatan kekeluargaan dan persaudaraan sesama perguruan silat Bali bisa lebih erat dan lebih kuat. Kemudian juga agar silat Bali lebih dikenal oleh masyarakat Bali dan luar Bali, bahkan mancanegara.

“Harapan kedepan ikatan kekeluargaan dan persaudaraan sesama silat Bali bisa lebih erat dan lebih kuat. Yang kedua silat Bali lebih dikenal oleh masyarakat Bali, dan luar Bali, bahkan mancanegara,” ujarnya.

Ditambahkannya, setiap perguruan pencak silat pasti memiliki pakem-pakem atau ilmu-ilmu rahasia yang harus disimpan. Dan bahkan tidak boleh dipublikasikan secara sembarangan untuk menjaga warisan leluhur.

“Kenapa dirahasiakan, para leluhur, para pendiri, pasti punya alasan tersendiri dan itu tidak boleh kita langgar,” tuturnya.

Ki Nantra Dewata menambahkan, pihaknya memiliki gambaran bahwa ada banyak perguruan Pencak Silat Bali kuno di Bali, sepeti silat Bali kuno Seruling Dewata, silat Bali Kertha Wisesa, silat Bakti Negara, silat Depok dan sebagainya.

Perguruan-perguruan inilah yang nantinya akan dikunjungi secara bergiliran untuk kemudian diagendakan semacam pertemuan bersama untuk lebih memantapkan kemajuan silat Bali kedepan.

Terkait dengan fasilitas-fasilitas untuk menunjang Destinasi Wisata Pencak Silat, Ki Nantra Dewata mengatakan, berdasarkan hasil penelitian dari UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, rencananya Kabupaten Bangli dijadikan sebagai tempat untuk mempersiapkan fasilitas-fasilitas penunjang Destinasi Wisata Pencak Silat seperti museum, perpustakaan, tempat pertunjukan Silat Bali Kuno dan lain sebagainya.

“Ini merupakan bentuk sinergi dengan UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar. Penelitian Destinasi Wisata Pencak Silat dari pihak UHN sendiri. Itu sudah beberapa tahun yang lalu kita baru merealisasi berkunjung keliling silat Balinya,” pungkas Ki Nantra Dewata.

Ketua DPP PPS Kertha Wisesa Anak Agung Ngurah Gede Widiada yang akrab disapa Gung Widiada menyambut baik kehadiran dan ajakan Perguruan Seruling Dewata untuk membuat semacam paiketan pencak silat asli Bali hingga terkait pengembangan destinasi wisata pencak silat asli Bali. Gung Widiada mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi atas kemuliaan dari perguruan Seruling Dewata sebagai perguruan silat tertua menurut dewan guru yang ada di Bali.

“Beliau menjelaskan tadi, 1.500 tahun yang lalu. Sebuah proses bersejarah yang tentu dengan berbagai dinamika dan tentu kita merasa bangga,” kata Gung Widiada yang juga Anggota DPRD Kota Denpasar ini.

Gung Widiada mengatakan lebih lanjut, pemikiran mulia dan gagasan tersebut diterima dengan sangat baik dan berterimakasih atas kunjungan Ki Nantra Dewata selaku Sesepuh IX Perguruan Seruling Dewata bersama jajarannya ke Perguruan Pencak Silat (PPS) Kertha Wisesa.

Diharapkan ide dan gagasan tersebut bisa dikomunikasikan dengan seluruh potensi pencak silat yang ada di Bali sehingga secara moralitas merupakan sebuah komitmen untuk membangun peradaban baru dalam menjaga Bali kedepan di tengah persaingan ataupun perubahan dunia yang mengglobal.

“Dan tentu kita cukup bangga karena referensi pengetahuan itu ada di Pencak Silat Seruling Dewata dan ini perguruan yang tertua dan kamipun dengan generasi yang ada di Kertha Wisesa harus belajar banyak, terutama yang terkait dengan transendental, spiritual,” tutur Panglingsir Puri Peguyangan Denpasar itu.

Dalam hal ini tidak hanya membangun fisik saja, tetapi juga membangun jiwa dan raga. Gung Widiada berharap dengan pengetahuan yang holistik terkait dengan ide dan gagasan tersebut, sebagai generasi pencak silat dan generasi muda, merasa bangga memiliki pencak silat sebagai seni bela diri dan juga seni untuk belajar spiritual yang bersumber dari Weda atau Sradha.

“Kita berharap semoga kita bisa melanjutkan paiketan ini, persaudaraan ini, untuk kita menjaga Bali yang kita cintai ini. Dan pemerintah, baik pemerintah kabupaten, provinsi, ini memberikan ruang regulasi dan sekaligus mau mengayomi seluruh Pencak Silat yang ada di Bali ini, bahwa kita ini satu tujuan. Tujuan besar kita adalah menjaga Bali ini di tengah dinamika perbedaan-perbedaan diantara kita yang ada dalam kemajuan zaman yang terjadi,” pungkas Gung Widiada.

Apresiasi dan dukungan juga disampaikan Guru Besar PPS Kertha Wisesa Drs. Ketut Yutama Slamat M.Si., dan Dewan Guru Pusat PPS Kertha Wisesa Drs Made Arka, S.Pd.,M.Pd. Pihaknya sangat mengapresiasi tujuan mulia dari Ki Nantra Dewata selaku Sesepuh ke-9 Perguruan Seruling Dewata untuk menjalin persatuan dan menguatkan persaudaraan diantara perguruan-perguruan pencak silat yang ada di Bali. Diharapkan ide dan gagasan mulia tersebut bisa terwujud.

“Pada intinya kami mendukung dan terbuka yang penting aturannya jelas,” tegas Guru Besar PPS Kertha Wisesa Drs. Ketut Yutama Slamat M.Si.

Untuk kolaborasinya sendiri, Perguruan Pencak Silat (PPS) Kertha Wisesa akan bersinergi sesuai dengan konsep dari Ki Nantra Dewata yakni Pencak Silat menuju masa depan yang mendunia. Dengan demikian, tradisi dan budaya asli Bali yang belum tergali selama ini akan lebih dikenal oleh dunia.

“Yang jelas adalah Kertha Wisesa sangat mendukung sekali dan mengapresiasi. Apalagi road shownya beliau adalah baru pertama kali menginjakkan kaki di Padepokan Kertha Wisesa. Itu yang kami hormati dengan kedatangan beliau,” terang Dewan Guru Pusat PPS Kertha Wisesa Drs Made Arka, S.Pd.,M.Pd.

Made Arka sekali lagi berharap apa yang dikerjakan oleh Ki Nantra Dewata saat ini bisa seterusnya terjalin rasa kekeluargaan sehingga perguruan-perguruan Pencak Silat yang ada di Bali bisa saling bersinergi dan saling menjaga satu dengan yang lainnya.

“Mudah-mudahan apa yang beliau perbuat sekarang ini untuk seterusnya akan terjalin rasa kekeluargaan, sehingga nanti kalau sudah rasa kekeluargaan itu kita jalin sehingga kita itu saling menjaga itu lebih erat lagi diantara satu sama yang lain,” pungkasnya.

Di akhir pertemuan simakrama, Dewan Guru Pusat PPS Kertha Wisesa Made Arka memberikan selempang kebesaran PPS Kertha Wisesa kepada Ki Nantra Dewata selaku Sesepuh ke-9 Perguruan Seruling Dewata sebagai tanda penghormatan dan jalinan persahabatan kedua perguruan. (wid)