Satgas Covid-19 Berhutang 400 Juta di Jembrana

metrobali
single-image

Keterangan foto: Bupati Jembrana Nengah Tamba/MB

Jembrana (Metrobali.com) –

Satgas Penanganan Covid-19 Pusat masih mempunyai hutang sebesar Rp 400 juta kepada sejumlah hotel di Kabupaten Jembrana.

Hotel ini sebelumnya dijadikan sebagai tempat karantina/isolasi bagi warga Jembrana yang terpapar Covid-19.

“Pemerintah pusat masih punya hutang untuk penanganan Covid-19 di Jembrana. Kami harapkan ini dilunasi dulu. Karena yang kami khawatirkan jika ada ledakan kasus dan perlu isolasi di hotel kami tidak ada dana untuk bayar” ujar Bupati Tamba ditemui seusai membuka rapat koordinasi evaluasi capaian vaksin Covid-19 di kantor Bupati Jembrana, Jumat (25/6/2021).

Bupati Tamba mengaku sudah menelpon ke Satgas Covid-19 Provinsi Bali. Dan bahkan jika harus bersurat dirinya akan bersurat ke pusat. “Jika belum dibayar kami khawatir tidak ada tempat isolasi untuk yang OTG” imbuhnya.

Bupati Tamba juga mengaku prihatin dan turut berbelasungkawa atas meninggalnya tiga orang warga Jembrana karena Covid-19. Keprihatinannya karena yang meninggal ini belum divaksin.

Untuk ia pihaknya akan terus mendorong masyarakat untuk mendapatkan vaksin. Bahkan hari Sabtu dan Minggu juga dilaksanakan kegiatan vaksin. “Biasanya hari Sabtu dan Minggu tidak ada layanan. Sekarang kita balikkan, Sabtu dan Minggu kita laksanakan vaksin” jelasnya.

Vaksin juga menyasar semua Seke Jegog. Karena Seke seni jegog yang bisa tampil yang sudah mendapatkan vaksin, termasuk penontonnya. “Setiap gebyar vaksin nanti akan ada pementasan jegog. Tapi Seke Jegog yang pentas yang sudah mendapatkan vaksin. Kalau belum tidak boleh pentas. Kita masih ada waktu 28 hari untuk mencapai 70 persen” tandasnya.

Disinggung langkah-langkah yang akan dilakukan terkait meningkatnya kasus Covid-19 di luar Bali, Bupati Tamba mengaku akan melakukan pengetatan di Pelabuhan Gilimanuk. Termasuk meningkatkan operasi yustisi.

Baca Juga :
Lonjakan Harga Daging Ayam jadi Trending Topic di PB3AS

“Semua harus bersinergi. Masyarakat juga harus mentaati prokes. Untuk apa, untuk masyarakat dan yang paling utama, untuk kesehatan keluarga dan diri sendiri” pungkasnya. MT-MB

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.