Klungkung ( Metrobali.com )
Aksi pencurian yang menyasar rumah kosong kembali terjadi di wilayah Hukum Polres Klungkung. Aksi para pencuri di Bumi Srombotan tersebut sebenarnya sudah terjadi beberapa kali. Namun pihak kepolisin terkesan sangat sulit untuk mengungkap kasus yang satu ini. Malah aksi para pelaku sempat membinggungkan petugas.

Korban kali ini adalah pasangan Guru Made Sudiarta 49 asal Dusun Banda, Takmung, Banjarangkan, Klungkung. Awal pertama kali diketahui Sudiarta secara tidak sengaja pada Senin ( 10/12 ) sekitar pukul 08.30 wita. Waktu itu secara kebetulan korban yang mengajar di SMP N 3 Banjarangkan tersebut balik kerumahnya karena mau mengambil daftar nilai anak didiknya yang tertinggal dirumah.

Tiba dirumah dia curiga melihat kondisi rumah yang berantakan. Setelah dilakukan pengecekan ternyata pintu rumah di sebeleh utara dalam kondisi rusak. Tidak itu saja pintu belakang rumah tersebut juga rusak seperti di bongkar paksa. Setelah dilakukan pengecekan hampir semua pintu rumah tersebut dalam kondisi rusak. Sementara dalam kamar korban kondisinya juga acak acakan.

Setelah dilakukan pengecekan uang tunai Rp 4 juta yang disimpan dalam lemari dan ditaruh di tas sang istri beserta buku tabungan raib. Namun korban masih bersyukur karena sejumblah perhiasan emas yang disimpan di lemari tersebut luput dari gasakan pelaku. Diduga pelaku keburu kabur ketika mendapatkan uang tunai Rp 4 juta. Sudiarta sendiri mengaku kalau saat itu rumah dalam keadaan kosong.

“Ya rumah saat itu dalam keadaan kosong,” ujarnya. Dirinya mengaku sudah keluar rumah sekitar pukul 06.45 bersama anaknya untuk ke sekolah. Sementara sang istri Nyoman Tistawati yang juga guru SD Tihingan, Banjarangkan sudah keluar rumah terlebih dulu. Sehingga saat itu praktis rumah dalam keadaan kosong. Nampaknya pelaku sudah mempelajari kondisi tersebut. Sehingga begitu sang pemilik rumah keluar, pelaku langsung melakukan aksinya.

Baca Juga :
ITK Bali Meningkat Berkat Kenaikan Pendapatan RT

Sedangkan menurut Sudiarta uang Rp 4 juta tersebut diantaranya Rp 3,3 juta adalah uang hasil dari jual gabah hasil panen mereka. Sementara Rp 700 ribu adalah uang tabungan yang dikumpulkan anaknya.

Sementara pelaku diduga melakukan aksinya dengan lompat pagar. Ini karena pintu gerbang rumah tersebut masih dalam kondisi terkunci. Selain itu pohon Jepun yang ada didekat pelinggih juga patah diduga karena ulah pelaku. Korban langsung melaporkan kejadian ini ke Polisi. Jajaran Polsek Banjarangkan pun langsung mendatangi TKP guna melakukan olah TKP. “Kasusnya masih lidik. Kita sudah melakukan pemeriksaan terhadap TKP,” ujar Kapolsek Banjarangkan AKP Putu Ardana saat ditkonfirmasi di tempat. SUS-MB