Jakarta  (Metrobali.com)-

China berencana meluncurkan roket pengangkut generasi barunya, Long March-8 Y2, antara akhir Februari dan awal Maret 2022 dari pulau Hainan, China selatan, ungkap narasumber dari Akademi Teknologi Kendaraan Peluncuran China (CALT) pada Jumat (21/1).

CALT merupakan pembuat roket terkemuka di negara tersebut.

Roket pengangkut itu tiba di pusat peluncuran pesawat antariksa Wenchang pada Jumat (21/1) setelah diangkut dengan transportasi laut selama sepekan.

Selanjutnya, roket tersebut akan menjalani proses perakitan akhir dan pengujian di situs peluncuran. Misi roket Long March-8 yang dijadwalkan itu akan menjadi peluncuran roket pertama yang dilaksanakan China tahun ini.

Sebagai roket pengangkut dua-tahap dengan daya angkut medium, Long March-8 memiliki panjang 50,3 meter, dengan berat lepas landas 356 ton. Roket tersebut menggunakan propelan cair dengan kapasitas 5 ton menuju orbit sinkron matahari pada ketinggian 700 kilometer.

Dirancang untuk dapat diluncurkan dari darat maupun laut, roket itu terbang perdana pada 22 Desember 2020 dari situs peluncuran Wenchang di pesisir.

Roket tersebut mengisi celah dalam kemampuan peluncuran antariksa China ke orbit sinkron matahari dan memenuhi kebutuhan misi peluncuran berdensitas tinggi untuk pesawat antariksa orbit sedang dan rendah.

 

Sumber : Antaranews.com

Baca Juga :
Sri Mulyani Ungkap 5 Kunci Keluarkan RI Dari Jebakan Kelas Menengah