Foto: Kegiatan Mahasiswa KKN Universitas Udayana melakukan pendataan dan vaksinasi.

Gianyar (Metrobali.com)-

Kenaikan harga daging sapi akhir akhir ini mulai meresahkan masyarakat. Bahkan menjelang Iduladha harga daging sapi di pasaran melonjak ke harga Rp. 200.000 per kilogram sebagai dampak dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sedang mewabah. Selain menyebabkan lonjakan pada harga daging sapi di pasar PMK juga menyebabkan kerugian bagi para peternak. Dilansir dari republika, daging sapi yang terjangkit oleh PMK hanya dapat dijual dengan kisaran harga Rp40.000 per kilogram. Selain menyebabkan harga daging sapi menjadi tidak stabil, PMK juga menyebabkan permintaan daging sapi menurun sebagai akibat dari rasa kekhawatiran masyarakat untuk mengkonsumsi daging sapi ditengah isu PMK.

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) bukanlah ancaman baru  karena sebelumnya PMK pernah merebak di Indonesia pada tahun 1887 dan butuh waktu hampir satu abad lamanya bagi pemerintah untuk melepaskan Indonesia dari cengkraman PMK.  Pada akhirnya tahun 1990  melalui organisasi kesehatan hewan dunia (OIE) menyatakan Indonesia  bebas PMK. Setelah hampir 36 tahun tidak terdengar, kini PMK kembali muncul ke permukaan dan situasi ini cukup membuat pemerintah kewalahan karena minimnya persiapan dan fasilitas dalam menangani PMK.

Update terbaru dari dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kasus PMK di Indonesia total sudah mencapai angka 401.205 dengan rincian sebanyak 168.005 ekor ternak dinyatakan sembuh dan masih ada 233.200 ekor yang dinyatakan belum sembuh. Sebanyak 4.427 ekor ternak dilakukan pemotongan bersyarat dan sebanyak 2.772 ekor mati (BNPB. Rabu 20/07/2022). Oleh karena itu untuk menindaklanjuti fenomena ini, pemerintah Indonesia tengah gencar menggarap program vaksin di seluruh daerah di Indonesia, tercatat hingga 20 Juli  sejumlah 554.351 ekor ternak telah dilakukan divaksinasi.

Baca Juga :
Kasus Anggota DPRD Provinsi Bali DR. Somvir Berujung SP3 Di Polres Buleleng, Karena Tidak Penuhi Unsur Pidana

Kementerian Pertanian sudah menggiatkan program vaksinasi hewan ternak sejak bulan juni silam sebagai upaya pencegahan penyebaran virus PMK.  Untuk saat ini program vaksinasi lebih difokuskan pada sapi. Dalam mendukung upaya pemerintah tersebut, UPTD PUSKESWAN Wilayah III Kabupaten Gianyar bersama relawan dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN)  melaksanakan kegiatan vaksinasi PMK dan pendataan ternak sapi di Desa Batuan Kaler, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Kegiatan vaksinasi dilaksanakan pada hari Sabtu, 23 Juli 2022  ditemani oleh perangkat desa, Babinsa, dan Babinkantipmas Desa Batuan Kaler.  Kegiatan dimulai dari pukul 08.30 WITA dan terbagi menjadi 3 wilayah meliputi wilayah 1 di Banjar Cangi, wilayah 2 di Banjar Blahtanah, dan wilayah 3 mencakup Banjar Sakah dan Banjar Dauh Uma.

Hasil dari kegiatan vaksinasi di Desa Batuan Kaler terdata sebanyak 63 sapi telah terdata dan  tervaksinasi PMK. Selanjutnya akan vaksin booster akan diberikan kurang lebih satu bulan kemudian. Kegiatan vaksinasi ini akan dilanjutkan ke desa-desa selanjutnya untuk pemerataan vaksinasi di Bali. Diharapkan melalui kegiatan vaksinasi ini, masyarakat semakin waspada akan bahaya PMK dan mengetahui cara pencegahan PMK bagi ternak mereka. Biosecurity kandang juga menjadi indikator penting sebagai upaya sterilisasi kandang dan pencegahan penyebaran virus PMK sehingga nantinya kasus PMK bisa lebih terkendali dan segera mereda. (rls)

Sumber: https://www.unud.ac.id/