OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Jembrana (Metrobali.com)-

Bupati Jembrana Putu Artha bersama Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan didampingi Sekda Jembrana Gede Gunadnya dan sejumlah Kepala Dinas di lingkup Pemkab Jembrana, Selasa (23/12) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah proyek di wilayah Kecamatan Jembrana, Kecamatan Negara dan Kecamatan Melaya.

Dari sidak di tiga kecamatan tersebut, Bupati Artha menemukan dua proyek dengan anggaran yang bersumber dari APBD 2014 terkena pinalti, diantaranya pengerjaan sarana prasarana di RSUD Negara berupa pengadaan mesin pengolahan sampah medis (Incenerator) dan pengerjaan peningkatan sarana prasarana wisata berupa tempat peristirahatan/rest area dan kedai minum dikawasan wisata Desa Candikusuma.

Proyek incenerator di RSUD Negara melebihi batas waktu pengerjaan dan digarap rekanan CV Marsinar, bernomer kontrak  027/531/SP/RSUN/2014, dengan masa pengerjaan  selama 90 hari, dengan sumber dana dari BKK senilai Rp.1,185 miliar.

Inspektur pada Inspektorat Jembrana Made Yasa mengatakan rekanan dari Denpasar itu sudah membayar denda karena telat selama seminggu dan sisa pengerjaan incenerator sudah diselesaikan pihak  rekanan.

Sementara proyek rest area di Desa Candikusuma, Kecamatan Melaya yang dikerjakan CV Gita Jaya dengan nilai kontrak Rp.290 juta, dengan masa waktu 45 hari pengerjaan dari 29 oktober lalu hanya mampu mengerjakan dua gazebo dari empat gazebo sesuai kontrak.

Kabid Pariwisata pada Dinas Dikporaparbud, Maya Sariadningsih saat dikonfirmasi mengakui  proyek tersebut mengalami keterlambatan. Atas keterlambatran tersebut, kata Maya, pihak rekanan dikenakan pinalti. “Rekanan beralasan katanya karena cuaca dan terbentur hari raya, dimana tukang banyak yang tidak bekerja” terangnya.

Pimpinan CV Gita Jaya, Dwi Korawan  mengaku hanya diberi waktu 45 hari untuk mengarap proyek ini. sementara cuaca tidak mendukung ditambah pekerja banyak yang tidak bekerja karena hari raya. “Kalau didenda ya, kami ikut aturan saja” terangnya.

Baca Juga :
vivo S, Seri vivo Terbaru Siap Masuk Pasar Indonesia

Sementara Bupati Jembrana Putu Artha mengatakan pihaknya melakukan pengawasan terhadap proyek-proyek dalam APBD perubahan sehingga kualitas proyek tetap terjamin. Artha juga meminta agar semua proyek sudah rampung sebelum tutup tahun.

Pihaknya juga meminta rekanan yang pengerjaanya tidak sesuai kontrak dan dikerjakan dengan asal-asalan, supaya dikenai sanksi, dan jika memungkinkan statusnya diturunkan dari yang semula mengerjakan gedung perkantoran atau gedung bertingkat, hanya diperbolehkan menggarap pos kamling. “Kalau memang tak becus, suruh saja rekanan itu menggarap pos kamling” pungkasnya. MT-MB 

activate javascript