Foto: Rapat Dengar Pendapat PT. PLN (Persero) dengan Komisi VI DPR RI di Gedung Senayan, Jakarta (25/5).

Jakarta (Metrobali.com)-

PT. PLN (Persero) meluncurkan aplikasi layanan berbasis digital bagi setiap pelanggan PLN melalui PLN Mobile.

PLN Mobile menjadi salah satu bagian dari langkah transformasi digitalisasi PLN yang ditujukan untuk peningkatan pelayanan pelanggan.

“PLN meluncurkan aplikasi PLN Mobile, dimana tujuan kami adalah untuk memberikan layanan terbaik bagi pelanggan yang keunggulannya antara lain layanan satu pintu, adanya payment center penggunaan big data serta disajikan  lebih inovatif dan informatif,” ujar Direktur Utama PT. PLN (Persero) Zulkifli Zaini ditemui saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI di Gedung Senayan, Jakarta (25/5).

Diharapkan dengan adanya New PLN Mobile, PLN dapat memberikan layanan dan kenyamanan bagi pelanggan secara maksimal.

Rapat Dengar Pendapat tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR, Gde Sumarjaya Linggih atau yang akrab disapa Demer.

“Sudah terdapat 1,225 juta downloader pada tahun 2020 sampai dengan bulan April 2021 sudah 4,56 juta pelanggan yang melakukan download. PLN Mobile ini adalah kunci pelayanan PLN di masa depan,” lanjut Zulkifli Zaini.

PLN Mobile memiliki beberapa fitur, yaitu pembelian token bagi pelanggan pra bayar, pembayaran tagihan listrik bagi pelanggan pasca bayar, monitor penggunaan listrik dan pembelian token.

PLN Mobile juga hadir dalam kemudahan transaksi untuk pembayaran tagihan dan pembelian token listrik yang bekerja sama dengan beberapa Bank dan Fintech.

Demer pun turut mempertanyakan perkembangan progress target Pembangkit Listrik 35.000 megawatt dalam RDP tersebut.

Rencana 35.000 megawatt masih on progress atau tidak atau sudah berubah targetnya? Ungkap Politisi Senior Dapil Bali tersebut.

Baca Juga :
Bali Impor Permata Terus Bertambah

Menurut Zulkifli, saat ini dari program 35.000 MW sudah 95 persen berjalan dan hanya tersisa 5 persen yang belum. Dalam beberapa tahun ke depan, secara bertahap, sejumlah pembangkit 35.000 MW akan masuk ke sistem. (wid)