Denpasar (Metrobali.com)-

Sekitra 400 orang umat Hindu melakukan doa bersama bagi Warga Balinuraga. Lampung Selatan.Doa bersama tersebut dilakukan di depan Monumen Bajra Sandi, Renon Minggu (4/11) sekira pukul 16.00 wita. Doa bersama diawali dengan upacara Agni Hotra yang dilakukan oleh sekitar puluhan sulinggih. Selanjutnya dilakukan persembahyangan dan doa bersama untuk warga Balinuraga. Lampung Selatan dan umat seluruh dunia.

Doa bersama tersebut diikuti kalangan mahasiswa, masyarakat, unsur pemerintah, unsur Parisada Bali, unsur Majelsi Desa Pakraman (MDP),  kelompok spritual dan masyarakat yang peduli warga Balinuraga di Lampung. Suasana lapangan Puputan Reno, sedikit berbeda dari hari-hari biasanya. Nampak ratusan umat Hindu berpakain adat ke Pura melakukan doa dan sembahyang secara khusuk.

Menurut Ketua Panitia Santhi Puja, I Made Swasti Puja kegiatan doa bersama ini merupakan gerakan solidaritas moral dari seluruh komponen umat yang mencintai kehidupan yang damai dan harmoni di bumi nusantara bahkan di dunia. Doa ini juga bertujuan untuk menciptakan kedamaian dan harmonis atas keprihatinan kondisi keamanan dan kenyamanan kehidupan berbangsa dan bernegara di negara Indonesia.

‘’Panitia melihat keamanan umta mansia ini kurang terjamin hiduonya, karena pemerintah tidak tegas dalam menegakan supremasi hukum, sehingga banyak masyakarakat yang main hakim sendiri atau berbuat anarkis,’’ kata Swasti Puja.

Karena itu,  kelompok spiritual movement ini suatu gerakan spiritual ( Sarvepalli Radhakrishnan ), yaitu suatu revolusi rohani dan mental, perubahan dari sifat mementingkan diri sendiri kepada hidup yang dipusatkan kepada Tuhan. Itu adalah keseluruhan pengelihatan baru dan pemahaman tentang hidup, dengan penegasan akan keunggulan jiwa atas dominasi lama dari agama ekternal, penyerahan kepada otoritas,kepada suatu dogma.

Saat ini, tindakan anarkis ini jadi tontonan dimana –mana, seperti : siswa tauran, mahasiswa tauran, masyarakat berbuat kekerasan karena isu penculikan tanpa mencari fakta kebenaran langsung beramai-ramai membunuh tahanan dan merusak kantor polisi di NTB serta membantai beberapa orang yang dicurigai akan melakukan penculikan. Belakangan ini  kejadian anarkis terjadi juga di Prov.Lampung.

Baca Juga :
Masuk 11 Provinsi Kasus Naik Berturut, Satgas Covid-19 Provinsi Bali Minta Warga Lebih Waspada

Dan, bbelum hilang dari ingatan kita kejadian penyerbuan ribuan massa di Desa Sidomulyo dan tidak berselang beberapa bulan terulang lagi di Desa Balinuraga (suku Bali) yang menyebabkan banyak orang kehilangan nyawa dan kehilangan tempat tinggal karena tindakan manusia yang tidak terkendali atau kehilangan akal sehatnya hanya kesalahan seseorang. Di sana  masyarakat mudah terprovokasi dan berubah menjadi setan/iblis akhirnya memporakporandaan nilai-nilai kemanusiaan yang mereka miliki. Dampak yang paling parah dari tindakan anarkis adalah psikologis masyarakat atas rasa aman hidup di Indonesia ini.

Sementara itu, Ketua Working Commite World Hindu Parisad Prof. Dr. Made Bhakta mengatakan, Hindu harus kuat di dalam dan kuat di luar. Oleh karena itu, Umat Hindu di Bali harus menjalin hubungan baik dengan umat Hindu di seluruh dunia. Dengan adanya Working Commite World Hindu Parisad sebagai stimulus bagi umat Hindu di seluruh dunia. ‘’Jika Hindu sudah kuat ke dalam dan keluar, kejadian Lampung bisa dihindari,’’ katanya.

Ia menambahkan, kejadian di Lampung Selatan yang mengakibatkan 9 umat Hindu jadi korban, para pelakunya harus diusut tuntas. Jika melakukan kesalahan, maka hukum harus ditegakkan. ‘’Para provokator saya harap sadar. Bahwa perbuatan mereka adalah melanggar nilai-nilai kemanusia,’’ kata Bhakta. SUT-MB