Buleleng, (Metrobali.com)

Melalui rapat paripurna DPRD Kabupaten Buleleng, pembahasan Perubahan APBD Tahun Anggaran (TA) 2021 secara resmi di sahkan. Setelah sebelumnya fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Buleleng menyampaikan pendapat akhir fraksi atas Rancangan APBD Perubahan Tahun 2021. Artinya semua fraksi yang ada telah menyatakan sepakat untuk dilanjutkan pembahasan perubahan APBD TA 2021 hingga ditetapkan menjadi Perda.

Rapat penyampaian Laporan Badan Anggaran dan Pendapat akhir Bupati yang dipimpin langsung Ketua DPRD Kabupaten Buleleng, Gede Supriatna, SH dihadiri Wakil Bupati Buleleng, dr. Nyoman Sutjidra, Sp. OG , para Wakil Ketua dan Anggota DPRD Kabupaten Buleleng, Sekda, Asisten Sekda, serta undangan lainnya yang mengikuti jalannya rapat baik secara langsung maupun secara virtual, pada Kamis, (30/9/2021) siang di Ruang Sidang Utama Gedung DPRD Kabupaten Buleleng.

Juru bicara Badan Anggaran Ketut Ngurah Arya dalam laporannya menyampaikan bahwa, dengan memperhatikan hasil-hasil rapat pembahasan pada Pembicaraan Tingkat Pertama, maka Badan Anggaran berkesimpulan bahwa telah terbangun kesamaan pandangan antara Fraksi-fraksi, Badan Anggaran maupun Komisi-komisi DPRD dengan Pemerintah Daerah.

“Berdasarkan hal tersebut, Badan Anggaran merekomendasikan Ranperda tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2021 dapat ditindaklanjuti untuk ditetapkan menjadi Perda.” tandasnya.

Sementara itu, pendapat akhir Bupati terhadap Ranperda tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2021 yang dibacakan Wakil Bupati Buleleng menyampaikan ucapan terimakasih dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pimpinan serta seluruh Anggota DPRD Kabupaten Buleleng atas komitmen bersama dalam proses pembangunan daerah. Terbukti, dengan disetujuinya Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Buleleng tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2021, sesuai dengan mekanisme berdasarkan peraturan yang berlaku.

Menurutnya struktur RAPBD yang menyangkut pendapatan daerah, belanja daerah dan pembiayaan daerah, hasil persetujuan bersama terhadap rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Buleleng tentang perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2021 telah terinci.

“Perubahan Pendapatan Daerah disepakati menjadi Rp. 2.137.008.245.092,- berkurang sebesar Rp.37.136.058.331,- dari target yang direncanakan pada APBD Induk sebesar Rp.2.174.144.303.423. Selanjutnya Perubahan Belanja Daerah disepakati menjadi Rp. 2.196.559.979.468,- berkurang sebesar Rp. 154.798.652.045 atau 6,58 persen dari target yang direncanakan pada APBD Induk sebesar Rp. 2.351.358.631.513 dari total Rencana Pendapatan dan Belanja Daerah. Maka Perubahan APBD mengalami selisih kurang antara Rencana Pendapatan dengan Rencana Belanja Daerah sebesar Rp. 59.551.734.376,- dan akan ditutupi dari pembiayaan Netto yang terdiri penerimaan pembiayaan yang berasal dari komponen penerimaan sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya (silpa) dan penerimaan pinjaman daerah, dikurangi pengeluaran pembiayaan yaitu penyertaan modal daerah dan pembayaran pokok hutang, sebesar Rp59.551.734.376,” pungkas Sutjidra.

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Eksekutif dengan Legislatif terhadap Perubahan APBD TA-2021 untuk mendapat persetujuan dari Gubernur Bali. Sehingga perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah Tahun Anggaran 2021 dapat segera dilaksanakan. GS