Pura Desa lan Puseh Desa Adat Pakraman Banyubiru, Kecamatan Negara Senin (2/9) terbakar.

Jembrana (Metrobali.com)-

Pura Desa lan Puseh Desa Adat Pakraman Banyubiru, Kecamatan Negara Senin (2/9) terbakar. Dari kejadian tersebut kerugian ditafsir hingga Rp.1,3 milyar lebih. Kebakaran ini diduga disebabkan kelalaian saat membakar sampah.

Dari informasi kebakaran yang menimpa Pura Desa lan Puseh Desa Adat Pakraman Banyubiru di Banjar Adat Banyubiru diketahui warga sekitar pukul 15.30 Wita.

Pertama diketahui api sudah membesar membakar atap pura dari ijuk. Tiupan angin kencang memudahkan api merembet dan membakar atap Pelinggih lainnya yang juga dari ijuk seperti Pelinggih Gedong, Pelinggih Pepelik, Pelinggih Ulun Danu, Pelinggih Taksu dan Pelinggih Sri Sedana.

“Apinya sudah besar. anginnya juga kencang” ujar Wayan Astawa (50), warga setempat yang tinggal tidak jauh dari lokasi pura.

Putu Suwirga (61), Petajuh Desa Adat Banyubiru yang juga pemegang kunci pura juga mengaku melihat api sudah membesar membakar atap ijuk Pelinggih Meru Tumpeng Pitu. “Ketika saya membuka pintu gerbang, api sudah besar di Pelinggih Meru” ujarnya.

Warga sekitar berusaha memadamkan api, namun tidak berhasil. Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 17.50 Wita setelah petugas pemadam kebakaran Pemkab Jembrana tiba di lokasi.

Bendesa Adat Banyubiru, Nyoman Jaya Drata (55) mengaku sempat mendapat firasat tidak baik, bermimpi tiga gigi bawahnya tanggal (lepas). Namun ia kepikiran kepada orang tuanya yang sakit.

Menurutnya bangunan pura dibangun tahun 2002 dan bulan September tahun 2014 sempat menggelar Upacara Ngenteg Linggih. “Purnama Sabtu (14/9) akan datang kami sebenarnya akan melaksanakan piodalan (upacara), tapi karena ada musibah ini, sementara kami tunda” jelasnya.

Baca Juga :
Seorang warga Palangka Raya mengamuk karena tak dapat vaksin

Dalam waktu dekat lanjutnya, pihaknya juga akan menggelar paruman desa, baik terkait penundaan piodalan maupun akan dilaksanakan pecaruan.

Dari kejadian tersebut enam bangunan Pelinggih terbakar diantaranya, Pelinggih Meru Tumpang Pitu, Pelinggih Gedong Brahma, Pelinggih Pepelik, Pelinggih Ulun Danu, Pelinggih Taksu dan Pelinggih Sri Sedana.

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP Yogie Pramagita membenarkan adamya kebakaran tersebut dan pihaknya masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut. “Dugaan sementara dari pembakaran sampah, tapi masih kami dalami” ujarnya. (Komang Tole)