Jembrana (Metrobali.com)-

 

Puluhan siswa tingkat sekolah dasar (SD) mengikuti ajang Festival Literasi (Feslit) yang dipusatkan di SD Negeri 1, Desa Dangin Tukadaya, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana, Bali, Sabtu (27/4/2024).

Ketua Panitia Feslit 2024, Ni Putu Trisna Sulistyan mengatakan, Feslit diadakan selama dua hari pada hari Sabtu (27/4/2024) dan Minggu (28/4/2024).

“Ini yang pertama. Ada 44 siswa dari 34 SD Negeri se- Kecamatan Jembrana yang ikut. Masing-masing sekolah ada yang mendaftarkan 2 sampai 3 orang siswanya,” jelas Trisna, guru di SDN 6 Kelurahan Pendem.

Pada hari pertama, kata dia, nara sumber Putu Agus Pheby akan melatih anak-anak metode atau cara penulisan, sekaligus praktek dalam pembuatan cerita pendek (cerpen). Kemudian di hari kedua, anak-anak langsung mempraktekan yakni menulis cerpen dan nantinya akan dinilai dan dibukukan.

Menurutnya Feslit diadakan bertujuan meningkatan kemampuan Literasi siswa sekolah dasar di Jembrana, khususnya dalam bidang menulis cerpen.

Peserta yang mengikuti Feslit merupakan siswa yang sudah memiliki potensi. Karena sebelumnya potensi mereka telah digali oleh gurunya di masing-masing sekolah. “Yang dikirim untuk ikut Feslit ini siswa yang dinilai mampu dan memang berminat dibidang bercerita atau menulis cerpen tentang anak,” ungkapnya.

Feslit perdana untuk anak-anak sekolah dasar mendapat apresiasi dari Kadis Dikpora Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra. Menurutnya, ajang Feslit ini sebagai wadah untuk mengembangkan bakat dan potensi anak dalam bidang menulis dan membaca.

“Kegiatan ini dapat merangsang dan meningkatkan kemampuan literasi anak-anak. Karena ada potensi kita kembangkan. Kita buatkan wadah termasuk pembinanya sehingga anak-anak lebih terarah,” ujarnya.

Disebutnya potensi dan bakat siswa di Jembrana sangat banyak, baik potensi akademik dan non akademik. Oleh karena itu, pihaknya terus mendorong kelompok kerja guru (KKG) di Jembrana untuk membuat kegiatan sebagai wadah untuk mengembangkan potensi tersebut.

“Kelompok-kelompok kerja guru silakan petakan potensi anak berkaitan dengan literasi akademik dan non akademik. Untuk mengembangkannya buatkan wadah. Ketika wadahnya ada dan pembinanya ada, tentu anak anak akan tumbuh cerdas sesuai potensi dan bakatnya. Ini harapan kita semua,” ungkapnya.

Menurutnya di Jembrana sudah ada dua KKG di yang membuat kegiatan pengembangan bakat dan potensi para siswa. “Tahun lalu di bidang olahraga. Tahun ini Feslit lingkup kecamatan. Mudah mudahan tahun depan lingkupnya bisa diperluas lagi,” harapnya. (Komang Tole)