Jakarta (Metrobali.com)-

Presiden Joko Widodo meresmikan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) Ultra Fast Charging di Nusa Dua, Badung, Bali, Jumat.

SPKLU tersebut dihadirkan PT PLN sebagai fasilitas penunjang KTT G20 yang puncaknya berlangsung pada November nanti.

“Presidensi G20 adalah kesempatan yang sangat baik bagi kita untuk menunjukkan berbagai komitmen terhadap pengurangan emisi CO2 melalui penggunaan mobil listrik selama KTT G20,” kata Presiden saat memberikan sambutan peresmian SPKLU tersebut seperti dipantau secara virtual dari Jakarta.

Menurut Presiden KTT G20 juga bisa menjadi ajang bagi Indonesia untuk menunjukkan diri sebagai salah satu negara terdepan dalam pengembangan kendaraan listrik.

Hal itu bisa dicerminkan lewat keberadaan industri baterai dan industri komponen di sektor hulu serta penyiapan SPKLU dan fasilitas home charging di hilir demi menunjukkan kepada dunia bahwa ekosistem kendaraan listrik di Indonesia bertumbuh dan berkembang cepat.

“Dan untuk mendukung KTT G20 saya senang melihat PLN telah menyiapkan 60 SPKLU Ultra Fast Charging 200kw yang merupakan SPKLU Ultra Fast Charging pertama di Indonesia, dan 150 titik fasilitas home charging yang akan dipergunakan oleh seluruh delegasi nantinya,” kata Presiden.

Presiden mengaku sudah mendapat penjelasan dari Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo bahwa SPKLU Ultra Fast Charging memiliki keunggulan berupa pegisian daya yang hanya memerlukan waktu kurang dari 30 menit untuk satu kendaraan.

Selain itu SPKLU Ultra Fast Charging juga menerapkan pola distribusi beban yang dinamis sehingga mempercepat proses pengisian daya apabila dilakukan untuk dua mobil listrik secara bersamaan.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam peresmian SPKLU Ultra Fast Charging di Nusa Dua adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.

Baca Juga :
Tanggung Jawab Bersama Tangkal Paham Radikalisme dan ISIS di Indonesia

 

Sumber : Antaranews.com