national-brain-centre-hospital

Jakarta(Metrobali.com)-

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional yang diharapkan menjadi rujukan penyakit otak dan syaraf di tingkat nasional serta dapat menanggulangi ancaman sejumlah penyakit seperti stroke.

Presiden dalam acara peresmian di lokasi RS Pusat Otak Nasional di Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Senin (14/7), juga ditemani oleh sejumlah pejabat negara antara lain Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi.

Presiden mengutarakan harapannya agar Rumah Sakit Pusat Otak Nasional tidak hanya dapat menjadi rujukan nasional tetapi juga memiliki kualitas yang setara dengan rumah sakit internasional di berbagai negara.

SBY juga menyempatkan diri melihat sejumlah ruangan dan peralatan medik yang terdapat di rumah sakit yang terletak di dekat gedung Badan Narkotika Nasional (BNN) itu.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi mengutarakan harapannya agar RS Pusat Otak Nasional bisa menjadi rujukan nasional terkait kasus penyakit otak dan saraf sehingga pasien juga dapat dirawat secara menyeluruh.

Menkes juga mengemukakan, RS tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan pelayanan khusus penyakit otak dan saraf serta bisa menularkan pengalamannya kepada rumah sakit lainnya di Tanah Air.

Apalagi, ia mengingatkan bahwa stroke masih menjadi salah satu penyebab kematian yang tercatat di berbagai rumah sakit, yang juga mengakibatkan menurunnya kualitas hidup dan berdampak kepada aspek sosio-ekonomi masyarakat luas.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar Kemenkes, sebanyak 15,4 persen stroke merupakan penyebab kematian dan kecacatan utama di hampir seluruh rumah sakit di Indonesia.

Selain itu, riset tersebut juga menunjukkan penyakit neuro-degeneratif dan metabolik seperti halnya demensia, gangguan fungsi eksekutif, keseimbangan, koordinasi, rasa tidak nyaman fungsi sensorik pada ektrimitas juga memperlihatkan tren peningkatan.

Sedangkan pembangunan RS Pusat Otak Nasional telah dilakukan sejak beberapa tahun lalu, dengan groundbreaking dilakukan pada 1 November 2011 oleh Menteri Kesehatan ketika itu, Endang Rahayu Sedyaningsih.

RS Pusat Otak Nasional yang sebenarnya telah melayani pasien sejak medio 2013 itu berada di lahan seluas hampir mencapai 12 ribu meter persegi itu direncanakan mempunyai 446 tempat tidur dan ketersediaan fasilitas antara lain UGD, Hemodialisis, Rehabilitasi Medik Neuro, hingga Poliklinik Khusus Neurobehaviour Dewasa dan Poliklinik Khusus Neurobehaviour Anak. AN-MB 

Baca Juga :
Anies: Pemprov DKI sulit terima alasan kalau warga belum dapat vaksin