Praktisi Kopi Kagumi Konsistensi dan Kreativitas PDI Perjuangan Bali Angkat Nilai Tambah Produk Kearifan Lokal lewat Lomba Barista Kopi Bali

Metro Bali
single-image

Foto: Kesuksesan DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali menggelar Grand Final Lomba Barista Kopi Bali di Gedung Mario, Kabupaten Tabanan, Sabtu (22/5/2021) diapresiasi banyak kalangan.

Tabanan (Metrobali.com)-

DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali sukses menggelar Grand Final Lomba Barista Kopi Bali di Gedung Mario, Kabupaten Tabanan, Sabtu (22/5/2021). Kegiatan ini merupakan aksi nyata dan keberpihakan serius partai berlambang banteng bermoncong putih ini terhadap petani kopi, peningkatan kesejahteraan petani dan mengangkat kearifan lokal.

Upaya DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali memperkuat, melestarikan, dan mengembangkan serta mengangkat produk-produk kearifan lokal Bali lewat Lomba Barista Kopi Bali ini pun diapresiasi berbagai kalangan, salah satunya praktisi kopi asal Surabaya, Vivi.

Ditemui disela babak grand final Lomba Barista Kopi Bali di Gedung Kesenian Mario, Tabanan, Sabtu (22/05/2021), Vivi mengungkapkan rasa bahagianya kepada PDI Perjuangan yang menaruh perhatian besar terhadap upaya untuk mengembangkan potensi-potensi pertanian khususnya kopi Bali.

“Saya ini bukan orang Bali tapi saya sangat mengagumi Bali. Jadi kalau ada lomba semacam ini yang mengangkat potensi kearifan lokal itu adalah sesuai nilai plusnya sangat tinggi,” kata Vivi yang juga salah satu dewan juri dari Lomba Barista Kopi Bali ini.

Ia mengatakan, Bali selama ini mengandalkan ekonominya dari sektor pariwisata, seharusnya dapat melihat potensi-potensi di luar pariwisata seperti pertanian, salah satunya. Ketika pariwisata terpuruk seperti saat ini akibat pandemi Covid-19, sektor pertanian bisa menjadi pilihan bagi masyarakat untuk menopang ekonomi.

“Harus digali apa yang ada di luar pariwisata yang bisa menimbulkan dampak positif, apalagi pariwisata saat ini sedang terpuruk maka cara seperti ini jadi sesuatu yang bisa digunakan sebagai jendela untuk menunjukkan kepada wisatawan bahwa Bali itu bukan cuma pariwisata tapi Bali punya produk pertanian yang luar biasa. Ini loh produk lokal seperti kopi Bali,” tutur Head Judge Lomba Barista Kopi Bali ini.

Baca Juga :
Dorong Pariwisata Dalam Negeri, Luhut Mau "Bule" Bisa Kerja dari Bali

Seperti diketahui DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali menggelar Grand Final Lomba Barista Kopi Bali di Gedung Mario, Kabupaten Tabanan, Sabtu (22/5/2021). Acara dibuka langsung Gubernur Bali Wayan Koster yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali.

Sebanyak 27 orang finalis dari 9 DPC PDI Perjuangan Kabupaten/Kota se-Bali mempertontonkan kebolehannya meracik kopi bali dengan kreasi dan inovasi masing-masing serta cita rasa yang khas racikan unggulan untuk menjadi pemenang lomba bergengsi ini.

Kegiatan Grand Final Lomba Barista Kopi Bali ini juga dihadiri para Bupati/Walikota se-Bali, Ketua Umum HUT ke 48 PDI Perjuangan Provinsi Bali, Dewa Made Mahayadnya dan jajaran panitia, Kordinator Lomba Barista Kopi Bali dan Mixologi Arak Bali, DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali I Made Ramia Adnyana, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten/Kota se-Bali, para praktisi pariwisata dan praktisi kopi, serta para perwakilan petani.

Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali Wayan Koster mengungkapkan kegiatan Grand Final Lomba Barista Kopi Bali ini digelar serangkaian memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 PDI Perjuangan dengan tema utama “Berkepribadian Dalam Bidang Kebudayaan” dan Sub Tema “Implementasi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.”

“Kegiatan ini sebagai wujud pemberdayaan sumber daya lokal di bidang pangan,” kata Koster yang juga Gubernur Bali ini lantas mengapresiasi berbagai kegiatan lomba yang telah dilakukan jajaran DPD dan DPC PDI Perjuangan serangkaian memperingati HUT ke-48 PDI Perjuangan.

“Saya berterima kasih dan menyampaikan apresiasi apa yang dilakukan kawan-kawan PDI Perjuangan sejak beberapa bulan kini semakin baik,” ujar Koster.

Grand Final Lomba Barista Kopi Bali ini diadakan di gedung yang luar biasa, di Bumi Lumbung Beras Bali, Gedung Kesenian Mario, Kabupaten Tabanan. Seperti diketahui Tabanan merupakan salah satu tempat Sentra Kopi Terluas di Bali. Sentra kopi di Bali jumlah nya +- 8000 hektar, 3000 ha arabica, 5000 ha robusta yang tersebar di Tabanan,Kintamani, Buleleng, Karangasem dan Badung.

Baca Juga :
Photo Editor

Gubernur Koster pun mengajak masyarakat Bali untuk semakin mencintai konsumsi kopi Bali. “Mari kita minum kopi hitam Bali 1-2 gelas sehari yang dimana mengkonsumsi kopi memberi manfaat untuk kesehatan jantung, pembangkit tenaga antioksidan, membuat kita cerdas, bermanfaat untuk liver,” kata Koster.

“Mari bersama PDI Perjuangan menggunakan dan mengedepankan produk lokal Bali. Pelestarian  produk lokal merupakan tanggung jawab kita bersama demi Bali yang lebih sejahtera. Mari Teruslah berkarya dan bekerja untuk Rakyat. Merdeka!!!,” seru Koster.

Kordinator Lomba Barista Kopi Bali dan Mixologi Arak Bali, DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Dr. (C) I Made Ramia Adnyana, S.E., M.M., CHA., mengungkapkan Grand Final Lomba Barista Kopi Bali ini di persiapkan secara maksimal dengan melibatkan seluruh Komite IFBEC dan ABI agar kedua lomba ini memberi manfaat yang maksimal terhadap peserta lomba dan masyarakat umum terutama Petani lokal.

Sebanyak 5 pemenang lomba akan membawa hadiah yang cukup besar salah satunya juara satu akan membawa pulang 15 juta rupiah. Lomba Barista Kopi Bali mampu menjadi inspirasi untuk semua kalangan masyarakat.

“Para finalis pemenang bisa mendapat kesempatan untuk mengikuti ASEAN Barista Competition,” terang Ramia Adnyana yang juga Wakil Ketua Bidang Pariwisata DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini.

Dikatakan jika berbicara jaman dahulu, kopi itu identik dengan minuman para orang tua dan executive tetapi sekarang kopi mengubah citranya. Saat ini kopi sudah merupakan suatu trend bagi kalangan milenial dan telah menjadi life style.

Seiring dengan perkembangan teknologi dan semakin banyaknya minat masyarakat untuk mengenal lebih jauh tentang barista yaitu teknik mengolah dan memvariasikan jenis-jenis hidangan kopi yang menarik.

Banyak juga masyarakat mulai mengembangkan usaha pertanian kopi dan bahkan membuat angkringan kopi baik di desa maupun di kota, bahkan kini kopi banyak di kelola sebagai sarana kecantikan, dijadikan sebagai oleh-oleh dan bahkan parfum ruangan.

Baca Juga :
BIPPLH Dukung Gubernur Koster Hentikan Reklamasi di Pelabuhan Benoa, Subudi: Alam Bali Jangan "Diobok-obok"

Saat ini konsumsi kopi di Indonesia semakin meningkat Data International Coffee Organization (ICO) mencatat bahwa tren konsumsi kopi domestik di Indonesia terus meningkat selama lima tahun terakhir.

Pada periode 2018-2019, jumlah konsumsi kopi domestik mencapai 4.800 kantong berkapasitas 60 kilogram (kg). Negara pengimpor kopi alam Indonesia terbesar adalah Amerika Serikat, Jerman, Malaysia, Italia, dan Rusia.

“Maka dengan potensi kopi yang tinggi, PDI Perjuangan selalu terdepan menjadi wadah kelangsungan hidup petani Bali agar bisa menjadi petani maju, berkembang dan berkualitas sesuai arahan Bapak Gubernur Bali yang selalu berpihak terhadap produk lokal Bali,” terang Ramia Adnyana.

Saat ini kita telah banyak sekali mendengar wacana tentang mengedepankan dan mengusung kearifan warisan budaya lokal dan hal-hal yang menyentuh serta meningkatkan taraf hidup petani.

PDI Perjuangan selalu menyelenggarakan kegiatan yang menyentuh langsung kearifan lokal dengan melibatkan para petani dan stakeholder lain di tengah pandemi dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat perlu diacungi jempol.

PDI Perjuangan Provinsi Bali khususnya telah memberikan kerja nyata tentang bagaimana mengusung kearifan lokal dengan melibatkan semua lapisan masyarakat terutama para petani dan pengrajin produk lokal.

Seperti diketahui dalam rangka memperingati HUT ke-48 PDI Perjuangan, DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali mengadakan berbagai kegiatan antara lain; Lomba Cocktails Berbahan Dasar Arak Bali, Lomba Barista Kopi Bali, Lomba Cerdas Cermat Susastra Bali, Lomba Design Kreatif Motif Endek Bali, Desain Kreasi Busana Adat Pakem Bali, Lomba Website Aksara Bali.

Di samping Lomba juga dilaksanakan kegiatan bakti sosial antara lain; Pembersihan Danau, Mata Air, Sungai dan Laut. Memberikan bantuan kepada Mahasiswa dan Siswa Yatim Yang Berprestasi. Dan Atraksi Pengobatan Tradisional Bali Menggunakan Mantra, Ramuan dan/atau Tindakan. (dan)

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.

xnxxhd xxx18 hdxxxx xnxx hd