Solo, (Metrobali.com)

Satuan Sabhara Kepolisian Resor Kota Surakarta telah melakukan sterilisasi antisipasi barang-barang yang mencurigakan menjelang ibadah Paskah, di Gereja SP Maria Regina Purbowardayan Kecamatan Jebres Solo, Jawa Tengah, Rabu petang.

Tim Sat Sabhara Polresta Surakarta dalam kegiatan sterilisasi gereja dengan menurunkan unit anjing pelacak (K9) yang mempunyai kemampuan melacak bahan peledak (Handak), dan sebagian personelnya menyisir masuk ke dalam ruangan gereja dengan alat metal detektor.

Unit K9 satwa yang mempunyai kemampuan handak melacak di kawasan luar gereja untuk mengantisipasi adanya bahan peledak, sedangkan empat personel Sat Sabhara masuk di dalam gereja menyisir dengan alat metal detektor baik di tempat duduk umat dan area altar.

Unit K9 yang memeriksan di kawasan luar gereja dan personel Sabhara di dalam ruangan gereja hasil pemeriksan tidak menemukan barang-barang yang mecurigakan.

Kasat Sabhara Polresta Surakarta, Komisaris Polisi Sutoyo, usai sterilisasi menjelaskan kegiatan pemeriksaan gereja dilaksanakan dengan menurunkan unit K9 atau anjing pelacak dengan kemampuan handak didukung enam personel.

Bahkan, timnya juga ada empat personel yang memeriksa di dalam gereja dengan alat metal detektor sebagai antisipasi barang-barang yang mencurigakan.

“Kami selain sterilisasi gereja juga melakukan patroli satu peleton Satuan Sabhara mobile baik dengan roda empat maupun dua untuk mengecek gereja-gereja di Solo,” kata Sutoyo.

Menurut dia, kegiatan patroli ditingkatkan yang biasa dilakukan rutin tiga kali sehari, tetapi jelang Paskah ini, dilaksanakan empat hingga lima kali sehari. Hal ini, Solo agar tetap kondusif, aman, dan nyaman.

Kepala Bagian Operasional Polresta Surakarta, Komisaris Polisi I Ketut Sukarda, menambahkan, sterilisasi gereja dilaksanakan SP Maria Regina Jebres Solo saja. Karena , gereja itu, sudah mulai melaksanakan kegiatan ibadah Rabu sore ini.

Baca Juga :
Presiden: Fungsi Pengawasan BPKP Harus Menjamin Tercapainya Tujuan Program Pemerintah

“Kami kegiatan rutin setiap menjelang ibadah keagaman selalu diawali dengan sterilisasi. Kami kemudian menempatkan personelnya tim gabungan TNI dan Polri sebanyal 18 orang yang menjaga di Pos Keamanan di gereja itu,” kata Sukarda.

Bahkan, dalam kegiatan sterilisasi gereja dengan menurunkan anjing pelacak atau unit K9 untuk mengantisipasi jika ditemukan barang-barang bahan peledak. Karena, Unit K9 ini, mempunyai kemampuan melacak handak.

Kegiatan ibadah Paskah, pada Rabu ini, hanya satu gereja yang ada, yakni Gereja SP Maria Regina Purbowardaya Jebres Solo, sedangkan 13 gereja lainnya di Solo, pada Kamis (1/4).

“Ada 14 gereja di Solo yang akan disterilisasi dari Jibom Brimob Polda Jawa Tengah, pada Kamis (1/4), sekitar pukul 10.00 WIB,” katanya.

Kegiatan sterilisasi gereja dibagi dua tim yakni Tim I di gereja bagian selatan-barat antara lain Gereja Manahan Banjasari, Gereja Santa Paulus Laweyan, Gereja Santa Petrus Laweyan, GKJ Joding Serengan, GKI Danukusuman Serengan, Gereja San Inigo Pasar Kliwon, dan GBI Gading.

Tim II akan melaksanakan di gereja bagian timur-utara antara lain Gereja Margoyudan, Gereja GUPDI, Gereja Penabur Pasar Kliwon, Gereja ST Antonius Purbayan Pasar Kliwon, Gereja Kepunton Jebres, Gereja Elsaday Jebres, dan Gereja SP Maria Regina Jebres.

“Dua gereja ibadahnya secara daring yakni Gereja Coyudan dan Sangkrah, tetapi tetap ditempatkan personelnya. Namun, jumlah tidak sebanyak di gereja- gereja yang ibadahnya tatap muka,” katanya. (Antara)