Polresta Denpasar Periksa Tersangka Pembunuh WN AS

single-image

DJOKO HARI UTOMO

Denpasar (Metrobali.com)-

Penyidik Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Denpasar, Bali, memeriksa tersangka pembunuh warga negara Amerika Serikat yakni Schaffer Tommy (21).

Tidak ada petugas kepolisian yang bisa memberikan keterangan terkait hal tersebut namun Tommy tiba di Markas Polresta Denpasar, Jumat (12/9) sekitar pukul 13.00 Wita dari Rumah Tahanan Polda Bali dan langsung dibawa ke ruang Satuan Reserse Kriminal Polresta Denpasar.

Pria berperawakan tinggi itu sebelumnya ditempatkan di sel tahanan Polda Bali, terpisah dengan kekasihnya yakni Heather Louis (19) yang mendekam di sel tahanan Polresta Denpasar.

Heather merupakan anak dari korban Sheila Von Weise (64) yang mayatnya ditemukan di dalam sebuah koper milik Tommy.

Kuat dugaan Tommy baru mau memberikan keterangan setelah pengacara dari Amerika Serikat tiba di Denpasar, yang diperkirakan pada Rabu (10/9).

Sebelumnya kedua tersangka yakni Tommy dan Heather enggan buka suara lebih lanjut terkait peristiwa pembunuhan itu karena hanya ingin didampingi pengacara dari negaranya meski pihak kepolisian telah menunjuk pengacara Indonesia yakni Raja and Associates sebagai kuasa hukum keduanya.

Kepala Polresta Denpasar, Komisaris Besar Djoko Hariutomo sebelumnya pada Rabu (10/9) mengaku bahwa pihaknya belum mengetahui ada atau tidaknya pengacara dari Amerika Serikat.

“Sampai saat ini (Rabu, 10/9) kami belum mengetahui ada atau tidaknya pengacara dari luar karena saat ini yang sudah kami dapatkan adalah pengacara yang berasal dari Indonesia yakni Raja and Associates,” ucapnya.

Tommy dan Heather sebelumnya bersikukuh tidak melakukan pembunuhan terhadap wanita dari Chicago itu.

Mereka bahkan mengaku bahwa ada sekelompok orang yang melakukan pembunuhan terhadap ibunya.

Namun tidak ada bukti yang mendukung pengakuan keduanya. Penolakan tuduhan itu juga tidak serta merta menurunkan status keduanya karena polisi telah mengantongi sejumlah bukti yang mengarah kepada keduanya mulai dari koper, bercak darah, hingga rekaman kamera pengawas atau CCTV di salah satu hotel mewah di Nusa Dua, Kabupaten Badung, tempat ketiganya menginap. AN-MB 

Bagikan :
Baca Juga :
Antara Kenyamanan Pariwisata dan Truk Pengangkut Material

Leave a Comment

Your email address will not be published.