Jembrana (Metrobali.com)-
Dua pelaku diduga pengedar narkotika jenis sabu, atas perbuatannya kini meringkuk di sel Polres Jembrana. Kedua pelaku, Gede SA dari Desa Melaya, Kecamatan Melaya dan Gusti Ngurah PK asal Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana ditangkap Tim Opsnal Satres Narkoba Polres Jembrana.
Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana didampingi Kasat Resnarkoba AKP I Komang Renta mengatakan kedua tersangka diamankan ditempat yang berbeda berawal dari informasi masyarakat.
Tersangka SA (45) lanjutnya,  diamankan di rumahnya pada hari Selasa (12/4/2022) sekitar pukul 22.00 dan sekaligus dilakukan penggeledahan. Dari hasil penggeledahan badan dan di rumah tersangka ditemukan enam (6) buah plastik klip berisi kristal bening yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 4,41 gram atau 3,71 gram netto.
Selain itu juga ditemukan sebuah kotak rokok Dji Sam Soe (234), satu bendel plastik klip kosong, sebuah HP merk Nokia warna hitam, sebuah timbangan digital, sebuah bong (alat hisap), potongan pipet warna putih dan enam buah pipet warna putih.
“Tersangka mengaku mendapatkan barang bukti narkotika jenis sabu dari seseorang berinisial D dengan cara membeli. Kasusnya masih kami kembangkan” terang Kapolres Juliana, saat ekspos kasus, Selasa (19/4/2022).
Sementara tersangka PK (47) kata Kapolres, ditangkap pada Jumat (15/4/2022) sekitar pukul 21.00. Pelaku saat itu melintas  di jalan desa di Desa Kaliakah dengan mengendarai sepeda motor Kymco Easy.
Dari tangan tersangka, berhasil diamankan tujuh (7) buah plastik klip berisi kristal bening diduga sabu dengan berat 2,10 gram bruto atau 0,70 gram netto dan tujuh buah potongan pipet warna hitam, sebuah HP merk Nokia dan sepeda motor merk Kymco Easy DK-2436-WQ.
“Tersangka PK mengaku mendapatkan narkotika jenis sabu dari AR dengan cara membeli” ujar Kapolres Juliana yang juga didampingi Kasi Humas, Iptu Ketut Suartawan.
Menurut Kapolres Juliana,  tersangka PK merupakan residivis dengan kasus yang sama yakni narkotika jenis sabu, bahkan pernah ditahan di Rutan Negara. “Bagi tersangka PK, ini kasus yang kedua” imbuhnya.
Kedua tersangka diduga pengedar disangkakan dengan Pasal 114 ayat (1) atau Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp.1 Miliar dan paling banyak Rp.10 miliar.
Pewarta : Komang Tole
Baca Juga :
Serangkaian HUT IDI : Bupati Gde Agung Lepas Peserta Fun Bike