Olah TKP Pemilik Warung

Tabanan (Metrobali.com) –

Kasus penganiayaan pemilik warung Ni Wayan Suparti (42) yang dilakukan oleh tiga orang pelangganya Senin (12/5) lalu sampai saat ini polisi masih mendalami kasusnya dan masih melacak keberadaan pelaku dengan memeriksa anak korban dan beberapa saksi lainya.

Menurut Kasat Reskrim AKP Wayan Arta Ariawann tiga pelaku yang diduga melakukan penganiayaan kepada korban belum teracak, walaupun pihaknya sudah melakukan pemeriksaan  kepada anak korban dan dua tetangganya belum cukup. Sementara  saksi kunci ( korban) belum bisa di periksa karena masih mengalami shock berat dan kepalanya mengalami sakit akibat benturan keras dan masih perlu mendapatkan perawatan yang intensif.

Disamping itu sulitnya tim juga karena dari keterangan beberapa saksi ciri-ciri pelaku belum spesifik dan masih perlu pendalaman.Dan untuk itu pihaknya juga sudah menyebar tim untuk mengejar pelaku.

Seperti diberitakan sebelumnya janda dua anak menjadi korban penganiayaan oleh tiga pelangganya saat datang untuk minum di warung korban di banjar Munduk Andong, Desa Bangli, Baturiti,Tabanan, Senin (12/5) sekitar pukul 19.00 wita. 

Setelah melayani pelangganya sekitar pukul 22.00 wita korban berteriak minta tolong dan dibantu oleh tetangganya, saat itu korban di temukan sudah bersimbah darah dan telungkup di lantai warung miliknya. Selain memukul korban  tas pinggang yang di bawa korban  berisi uang tunai 9 juta rupiah di sikat pelaku.  Korban saat itu  langsung dilarikan ke Puskesmas Baturiti, akibat luka pada bagian muka korban dan keluar darah dari hidung, korban langsung dirujuk ke Rumah sakit Umum Tabanan untuk mendapatkan perwatan yang lebih intensif.  EB-MB

Baca Juga :
JK tegaskan azan "hayya alal jihad" keliru