Jembrana (Metrobali.com)-

Sejumlah tempat penginapan tersebar di Kecamatan Negara, Rabu (19/6) malam diobok-obok Satpol PP Jembrana. Hasilnya sembilan pasangan lain jenis berhasil diamankan lantaran tidak dilengkapi identitas diri. 

Operasi yang dimulai pukul 22.00 wita langsung menyasar hotel D berkelas melati di Kelurahan Baler Bale Agung, Negara. di hotel tersebut Sat Pol PP berhasil menciduk enam pasangan selingkuh bukan berstatus suami istri. Sebelumnya keenam pasangan tersebut sempat kalang kabut saat pintu kamarnya digedor petugas Pol PP. Bahkan dua pria hidung belang sempat mencoba untuk melarikan diri lewat jendela. Namun dapat dibekuk petugas. 

Dari enam pasangan yang ditemukan di sana, satu diantaranya diketahui merupakan pasangan remaja baru tamat SMA sederajat. Di Hotel S, Desa Baluk, petugas kembali berhasil mengamankan satu pasangan remaja. Mereka selanjutnya diangkut ke Kantor Sat Pol PP untuk dimintai keterangan lantaran tidak bisa menunjukkan identitas diri. 

Kasi Trantibum Satpol PP Jembrana, I Gede Nyoman Suda Astawa, dikonfirmasi lewat handphone, Kamis (20/6) membenarkan adanya penggerebekan tersebut. Menurutnya pasangan yang tidak membawa identitas diri berupa KTP langsung digiring ke Kantor Pol PP untuk dibuatkan surat pernyataan tidak mengulangi perbutan tersebut. “Selanjutnya kita panggil kembali Jumat (21/6) untuk diproses lebih lanjut” Ujarnya. 

Menurutnya ada ada tiga pasangan yang dibuatkan surat pernyataan. Pertama adalah pasangan remaja atas nama AW (18), alamat Kelurahan Loloan Barat, dengan A R (18) alamat Desa Yeh Kuning. Kemudian ada pasangan Gst Pt S (38) dengan Ni Md W (32) dengan alamat sama dari Desa Yehkuning. Terakhir pasangan Y (47) dari Kelurahan Loloan Barat, dengan A (54) dari Loloan Timur.

“Semuanya ada sembilan pasangan. Mereka tidak berstatus suami istri” Jelas Astawa.

Sementara itu, Kakan Satpol PP Jembrana, I Putu Widarta, yang memimpin langsung operasi mengatakan operasi tersebut untuk mengantisipasi seks bebas dikalangan remaja. Menurutnya operasi akan terus dilakukan secara rutin. Cuma watunya saja yang berbeda. MT-MB

 

Baca Juga :
Ketua DPR minta ulama cegah radikalisme