PLN Bertemu Gubernur Bali, Pastikan Kesiapan Pengawalan Pasokan Listrik Jelang Hari Suci Nyepi dan Libur Lebaran Idul Fitri 2025
Foto: Jajaran PT PLN (Persero) berfoto bersama Gubernur Bali I Wayan Koster bersama sejumlah pemangku kepentingan energi di Bali pada Kamis (20/3/2025) di Rumah Dinas Jaya Saba, Denpasar.
Denpasar (Metrobali.com)-
PT PLN (Persero) bersama sejumlah pemangku kepentingan energi di Bali menggelar pertemuan dengan Gubernur Bali, I Wayan Koster, pada Kamis (20/3/2025) di Rumah Dinas Jaya Saba, Denpasar. Pertemuan ini membahas kesiapan pasokan listrik menjelang libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2025, serta strategi pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Pulau Dewata.
Hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bali, Kepala Dinas Kehutanan Bali, perwakilan Indika Energy, PLN Indonesia Power (IP), dan PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali. Dalam paparannya, PLN menyampaikan bahwa pertumbuhan penjualan energi listrik di Bali pada tahun 2024 mencapai rata-rata 14-15%. Pertumbuhan ini perlu diimbangi dengan peningkatan kapasitas pembangkit, terutama dari sumber EBT.
Saat ini, daya mampu pembangkit di Bali mencapai 1.388 MW, dengan beban puncak sebesar 1.189 MW. Cadangan daya sebesar 199 MW diprediksi akan menipis pada Triwulan III 2025. Oleh karena itu, PLN menekankan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur EBT untuk menjaga kestabilan pasokan listrik di masa mendatang.
Gubernur Bali, I Wayan Koster, menyambut baik upaya PLN dalam mengawal pasokan listrik selama momen libur panjang. Ia juga mendukung sejumlah proyek pembangkit EBT yang sedang dan akan dibangun di Bali. “Kami mendukung penuh pembangunan PLTS oleh Indonesia Power sebesar 50 MW di Pejarakan, Buleleng, serta perluasan PLTS Suana sebesar 4,5 MW di Nusa Penida. Selain itu, pembangunan PLTB baru berkapasitas 10 MW yang ditargetkan beroperasi komersial (COD) pada tahun 2027 juga perlu dipercepat,” ujar Koster.
Gubernur juga menekankan pentingnya kolaborasi antar-pemangku kepentingan untuk mewujudkan energi bersih di Bali. “Setiap stakeholder yang terlibat dalam mewujudkan energi bersih perlu bersinergi. Kami meminta dibuatkan blue print dengan forecast jangka pendek tahunan agar pembangunan EBT dapat terarah dan terukur,” tegasnya.
Lebih lanjut, Gubernur Koster menginstruksikan kepada Kepala Dinas ESDM dan Kepala Dinas Kehutanan Bali untuk mendata dan memetakan potensi kawasan yang kurang produktif. “Kawasan-kawasan ini dapat dimanfaatkan untuk pengembangan PLTS guna mendukung target Bali menuju energi bersih,” imbuhnya.
General Manager PLN UID Bali, Eric Rossi Priyo Nugroho, menyatakan kesiapan PLN dalam mengawal pasokan listrik selama libur Nyepi dan Idul Fitri 2025. “Kami telah menyiapkan tim siaga dan memastikan seluruh infrastruktur listrik beroperasi optimal. Kami juga terus mendorong pemanfaatan EBT untuk menjaga keandalan pasokan listrik di Bali,” ujar Eric.
Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam memastikan ketersediaan listrik yang andal dan berkelanjutan di Bali. Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Bali, PLN optimis dapat memenuhi kebutuhan listrik masyarakat, terutama pada momen-momen penting seperti Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2025.
Dengan komitmen bersama dari semua pihak, Bali semakin siap menjadi pelopor dalam transisi energi bersih, sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Pulau Dewata. (dan)