Foto: Ketua DPD Perempuan Indonesia Maju (PIM) Provinsi Bali Dr. A.A.A. Ngurah Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H.

Denpasar (Metrobali.com)-

DPD Perempuan Indonesia Maju (PIM) Provinsi Bali siap menggulirkan program Desa Wisata Ramah Bersinar. Dua desa yang akan menjadi pilot project Desa Wisata Ramah Bersinar yakni
Desa Kenderan, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar dan Desa LalangLinggah, Kecamatan Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan.

Awalnya program ini direncanakan diluncurkan secara resmi 14 Februari 2021 lalu namun karena masih suasana PPKM di tengah pandemi Covid-19, akhirnya diundur ke 21 April 2021 bertepatan dengan peringatan Hari Kartini.

“Konsepnya sudah matang, program sudah siap dieksekusi, tinggal kami luncurkan secara resmi,” kata Ketua DPD PIM Provinsi Bali Dr. A.A.A. Ngurah Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H., Jumat (5/3/2021).

Program Desa Wisata Ramah Bersinar ini menggabungkan konsep desa wisata ramah dan desa bersinar (desa bersih narkoba) sehingga ketika suatu desa wisata pariwisata berkembang tidak mengabaikan aspek pelestarian lingkungan serta mampu secara bersamaan membentengi masyarakatnya dari ancaman bahaya narkoba.

Desa wisata ramah adalah adalah bentuk pengembangan desa wisata yang menitik beratkan pada keberlanjutan lingkungan dan kelestarian alam serta membawa dampak positif terhadap masyarakat yang berada disekitar obyek daya tarik wisata.

Desa wisata ramah ini mengusung sejumlah prinsip salah satunya Pang Pade Payu. Prinsip Pang Pade Payu merupakan prinsip yang dimiliki oleh masyarakat Bali dalam memanfaatkan potensi yang ada tanpa ingin mencari keuntungan sendiri tapi lebih pada keuntungan bersama yang berkesinambungan dan selalu mencari solusi terbaik tanpa menciptakan masalah baru sehingga semua dapat berjalan harmonis.

Sementara Desa Bersinar (desa bersih narkoba) mengarah pada desa yang mempunyai kesadaran untuk melindungi masyarakatnya dari bahaya narkoba. Diharapkan Desa Bersinarmenjadi wadah yang mengakomodir masyarakat untuk bersama bergerak mencegah penyebaran penyalahgunaan narkoba di lingkup terkecil, sehingga Desa Bersinar mempunyai Tagline Hidup 100% Hidup Sehat Tanpa Narkoba.

Baca Juga :
Perguruan Sandi Murti dan Masyarakat Nusa Penida Demo AWK : Kecam Pernyataanya di Medsos

“Desa wisata kan sudah lama ada. Tapi desa wisata ramah bersinar yang kami gagas bukan hanya wisata kita ajak ke desa. Tapi bagaimana memberdayakan masyarakat desa tahu potensinya dan generasi muda kita bentengi juga dari berbagai potensi ancaman seperti bahaya narkoba,” papar Tini Gorda.

Program Dewa Wisata Ramah Bersinar yang digagas PIM Bali akan mengusung spirit sinergi untuk energi sehingga melibatkan berbagai stakeholder dalam mengeksekusi program ini. Diantaranya melibatkan KPRK (Koperasi Perempuan Ramah Keluarga) Bali, IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) Bali, GTS Institute Bali, dengan lembaga negara seperti OJK, Kemenparekraf, Kemenkominfo, BKKBN, BNNP Provinsi Bali, P3E Bali Nusra.

Sinergi dan kolaborasi juga dijalin dengan lembaga pendidikan seperti APTISI Wilayah 8A Bali, Pusat Studi UNDIKNAS (PSU) Denpasar, GTS Institute Bali, STIE Satya Dharma Singaraja. Lalu dengan organisasi lain seperti Keluarga Besar Mahasiswa Hindu Dharma (KBMHD) UNDIKNAS Denpasar, Bali I Miss You, ARTIPENA, Youth Able Bali hingga sinergi dengan insan pers.

“Program sinergi untuk energi ini kita garap dengan berbagai stakeholder, meluaskan pentahelix menjadi multihelix. Kami ingin membuat model dalam mengerjakan satu kegiatan yang multi program. Bisa kita lakukan modelnya dengan kolaborasi dan sinergi,” ujar Tini Gorda.

“Jadi lebih banyak yang mengedukasi memberdayakan, memperkuat program selanjutnya. Untuk  membranding program Desa Wisata Ramah Bersinar ini juga juga menggandeng dengan PTS (Perguruan Tinggi Swasta) yang punya kekhususan,” pungkas Tini Gorda yang juga Ketua IWAPI Bali, Ketua KPRK Bali, Kepala Pusat Studi Undiknas, dan Direktur Eksekutif GTS Institute Bali ini. (wid)