Kapal Pemadam Kebakaran KAMAKARAN

Benoa (Metrobali.com)-

TNI AL Bali meliris kapal pemadam kebakaran KAMAKARAN yang merupakan produksi dalam negeri. Ide untuk memodifikasi kapal patroli buatan tahun 2008 ini merupakan ide dari Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Dan Lanal) Kolonel Laut (S) Julius Widjojono. Dia pun mengklaim jika kapal pemadam kebakaran ini satu-satunya ada di dunia.

“Kami rasa kapal ini hanya satu-satunya di Indonesia bahkan dunia, kapal ini memiliki jarak semprot mencapai 65 meter,” katanya usai simulasi pemadaman kebakaran, di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Jumat (26/9).

Kapal yang memiliki kapasitas 5 ABK dengan kecepatan 2,2 knot serta berbahan fiber ini diluncurkan oleh TNI AL ini untuk mengantisipasi adanya peristiwa kebakaran yang terjadi di tengah laut.

Berkaca pada peristiwa terbakarnya 6 buah kapal di pelabuhan laut Benoa kira-kira satu bulan yang lalu, Julius Widjojono mengungkapkan kapal buatan UNDIN Banyuwangi ini menghabiskan anggaran modifikasi sebesar Rp15 juta.

“Kami memodifikasi kapal ini tepatnya 3 minggu sebelum peristiwa 6 buah kapal belum lama ini, jadi kapal ini sudah ada namun masih dalam proses pengerjaan modifikasi dengan anggaran 15 juta rupiah,” jelas Julius Widjojono.

Kapal yang memiliki ukuran 12 meter dengan area jangkauan sejauh 65 meter ini diharapkan mampu menanggulangi secara cepat jika terjadi kebakaran di tengah laut.

“Meski kecil saya berharap kapal ini mampu menangani dengan cepat ketika ada kapal terbakar tadi kita sudah simulasi dan seperti teman-teman saksikan kapal ini masih banyak kekurangan,” tukasnya.

Selama ini ketika terjadi kebakaran di laut, katanya hanya menggunakan kapal pemadam kebakaran milik pelindo dan itu masih kurang memadai. Dia juga menyatakan, sebelum terjadi kebakaran kapal beberapa bulan yang lalu TNI AL sudah membuat kapal pemadam kebakaran.

Baca Juga :
Pernyataan Sikap HMI Cabang Singaraja Dukung Pemerintah Bubarkan HTI

“Kapal itu tidak ada tangkinya, karena sudah ada selangnya yang bisa langsung mengambil air di laut, waktu pengambilan air dipastikan jangan ada lumpur dibawah laut, kalau ada lumpurnya secara otomatis akan membuat mesin rusak,”ungkapnya. SIA-MB