Jembrana (Metrobali.com)-
Untuk meningkatkan motivasi anak sekolah terutama anak ditingkat Sekolah Dasar (SD), Universitas Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar yang dipimpin oleh Ketua penelitian Dr. I Nyoman Larry Julianto S.SN MDS yang merupakan Dosen Universitas ISI Denpasar melaksanakan Penerapan Interaksi Ruang Belajar Tematik berbasis teknologi digital
Terpilih, Sekolah Dasar Negeri 1 Baler Bale Agung sebagai mitra penelitian pertama di Bali oleh ISI Denpasar.   Program tersebut mendapat apresiasi langsung dari Wakil Bupati Jembrana IGN Patriana Krisna. Ia mengatakan, bahwa universitas ISI Denpasar telah menemukan metode baru yakni sebuah audio visual dan interaksi visual. Hal tersebut bisa meningkatkan minat belajar dan penyerapan materi belajar khususnya anak-anak sekolah ditingkat Dasar.
“Dengan adanya program audio seperti ini, mudah-mudahan ada minat belajar dari anak sekolah dasar. Setelah minat itu muncul akan ada penyerapan materi-materi jauh lebih baik yang akan diserap oleh anak-anak.  Kita berharap kedepan dengan adanya metode seperti ini minat anak-anak untuk belajar kedepannya semakin baik , sehingga program ini juga bisa mencerdaskan anak bangsa,” jelas Wabup Patriana Krisna, Sabtu (20/8) di halaman SDN 1 B.B Agung.
Sementara, ketua penelitian I Nyoman Larry Julianto mengatakan bahwa program ini merupakan program penelitian penerapan kompetitif nasional yang akan berjalan selama 3 tahun kedepan.
“Ini merupakan tahun pertama yang menghasilkan ruang belajar tematik dalam keterlibatan ilustrasi dan audio. Tim kami berasal dari ilustrasi, Tim Interakasi Design kemudian Tim Audio,” terangnya.
Kedepannya ia berharap bagaimana suasana ruang belajar yang bersifat tematik mampu memberikan suatu stimulasi visual, baik dari audio visual kepada anak-anak untuk meningkatkan motivasi belajar mereka dan mampu meningkatkan kedekatan antar siswa dengan guru.
“Untuk menjalankan program ini, kami hanya membutuhkan 1 mitra dari beberapa sekolah percontohan, kami memilih dalam proposal ini dari SDN 1 Baler Bale Agung. Kalau data sebelumnya itu hampir seluruh Bali, tapi untuk penerapannya itu dipilih kepada salah satu mitra. Ini merupakan pertama kalinya di Bali dan memilih Kabupaten Jembrana untuk percontohan,” tandasnya. (Humas Pemkab Jembrana)