Sidang ParipurnaPeringatan Hari Jadi Provinsi Bali ke-56

Denpasar (Metrobali.com)-

               

                Gubernur Bali, Made Mangku Pastika berkomitmen menekankan seluruh jajaran Pemerintah Daerah tetap fokus dalam pelaksanaan program-program prioritas penanganan kemiskinan, seperti Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM), Simantri, Bali Green Province, Gerbangsadu sampai pada sistem keamanan berstandar internasional. Hal ini disampaikan Pastika dalam sambutannya pada Rapat Paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Bali Dalam Rangka Peringatan Hari Jadi Provinsi Bali ke-56, Kamis (14/8).  “ Kita secara konsisten akan tetap untuk memfokuskan pelaksanaan program prioritas Bali Mandara agar manfaatnya benar-benar dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Bali”, ucapnya.

DSC_1954

Lebih lanjut, Pastika menambahkan hendaknya peringatan Hari Jadi Provinsi Bali ke-56, bisa dijadikan momentum untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program pembangunan secara menyeluruh, sehingga ke depan seluruh aspek manajemen pembangunan dapat diselenggarakan lebih baik dan semakin memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sejalan dengan tema hari jadi Provinsi bali yang berlandaskan “Tri Hita Karana”, pengimplementasian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Bali Tahun 2013-2018 sebagai penjabaran visi pembangunan Bali Mandara Jilid II yang juga berlandaskan Tri Hita Karana dalam realisasinya mengandung lima prinsip dasar pembangunan, yaitu peningkatan pertumbuhan (pro-growth), pengentasan kemiskinan (pro-poor), perluasan lapangan kerja (pro-job), pelestarian lingkungan (pro-environment), serta pengembangan dan pelestarian budayanya (pro-culture). Selain itu Pastika juga memaparkan pencapaian Provinsi Bali selama 5 tahun terakhir salah satunya,  yang bisa menurunkan angka kemiskinan dari 6,17 % pada tahun 2008, mampu ditekan menjadi 3,95% yang membuat provinsi Bali menduduki ranking kedua terbaik Nasional di bawah provinsi DKI Jakarta serta prestasi yang diraih Provinsi Bali  terhadap hasil pemeriksaan BPK RI terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2013, sebagai tahun terakhr RPJMD Tahun 2008-2013 yang memperoleh opini “Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)” yang sebelumnya berturut-turut memperoleh “Wajar Dengan Pengecualian (WDP)”. Dengan perolehan prestasi dan pencapaian Provinsi Bali selama ini, Pastika mengajak untuk tetap menjaga semangat kebersamaan dan sinergitas sehingga seluruh program pembangunan akan dapat dilaksanakan dengan baik, untuk bersama-sama mewujudkan penyelenggaraan pembangunan diikuti dengan tertib administrasi dan akuntabilitas dalam tata kelola pemerintah daerah.

Baca Juga :
Penyerapan Bagus, Menkeu Perkirakan Penerimaan APBN-P 2016 Kurang Rp219 Triliun

Ketua DPRD Provinsi Bali, A.A. Ngurah oka Ratmadi, SH dalam sambutannya yang sekaligus membuka Rapat Paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Bali menyatakan bahwa makna peringatan hari jadi ini bisa dijadikan momen untuk introspeksi diri tentang apa yang sudah disumbangkan untuk kemajuan Provinsi Bali. Ia mengajak hendaknya masyarakat selalu meneladani sikap hidup para pendahulu yang konsisiten memegang teguh prinsip untuk selalu siap menyumbangkan tenaga, pikiran, bahkan jiwa ragamya untuk mempertahankan kemerdekaan melalui pelaksanaan pembangunan di segala bidang, dengan didukung oleh karakteristik masyarakat Bali yang sarat dengan nilai-nilai religius dan konsep menyame braya dan keterpaduan kebijakan pembangunan, sehingga Bali makin hari makin maju dan sejahtera. AD-MB