Jembrana (Metrobali.com)-
 Senin (22/10) dini hari sekitar pukul 04.15 wita pihak kepolisian Gilimanuk berhasil menghentikan dugaan penyelundupan unggas ke Bali yang msauk melalui pelabuhan Gilimanuk. Unggas yang diperkirakan berjumlah 800  ekor kini ditahan di Karantina Pertanian Terpadu (KPT) wilayah kerja Gilimanuk.
Ratusan unggas yang dibawa langsug oleh pemiliknya, Arianto sal Banyuwangi itu diangkut dengan menggunakan dua mobil pik-up dan unggas (bebek) mulutnya dalam kondisi terikat, mungkin disaat memasuki pemeriksaan, bebek tersebut tak bersuara dan tidak ketahuan. Aksi dugaan penyelundupan behasil di ketahui berkat kesigapan pihak kepolisian Gilimanuk.
Dikatakan Arianto, kalau ratusan unggas tersebut akan dibawanya ke wilayah persawahan yang ada di Soka-Tabanan untuk digembalakan. Ini baru pertama kali dirinya membawa unggas ke Bali. Pihaknya membantah jika unggas tersebut ditutup mulutnya agar tidak bersuara. “Saya rencananya bawa unggas ini ke Tabanan karena di sana sawahnya sangat cocok untuk mengembalakan bebek dan sengaja saya ikat mulutnya agar tidak kemasukan air es,”jelasnya.
Dikatakan penanggung jawab KPT wilayah kerja Gilimanuk I Nyoman Budiarta kepada Metrobali Minggu (22/10) siang mengatakan memang benar telah dilakukan penangkapan terkait dugaan penyelundupan unggas sekitar pukul 04.15 dini hari. Dan jumlah unggas yang dibawa langsung dari Banyuwangi itu sebanyak 800 unggas. Rencananya besok akan dilakukan pemusnahan.
“Kita akan musnahkan unggas tersebut besok sesuai Perda No. 44 tahun 2005 tentang unggas yang dilarang masuk ke Bali kecuali unggas yang sudah dalam keadaan di potong”ungkapnya. DEW-MB

Baca Juga :
Melaut, Nelayan Melaya Hilang di Pantai Melaya