Penyelamatan Lingkungan dan Keberpihakan “Wong Cilik”, Gubernur Koster Semestinya Meniru Kebijakan Dedi Mulyadi
Kang Dedi Mulyadi (KDM) Gubernur Jawa Barat
Denpasar, (Metrobali.com)-
Kang Dedi Mulyadi (KDM) Gubernur Jawa Barat mengambil langkah serius nan berani untuk menyelamatkan lingkungan Jawa Barat. Misalnya, penyelamatan hutan di kawasan Hutan Puncak Bogor, Penyelamatan daerah aliran sungai (DAS) : Ciliwung, Citarum dan sungai-sungai lainnya.
Hal itu dikatakan Jro Gde Sudibya, anggota MPR RI 1999 – 2004, intelektual Bali, pengamat ekonomi dan kebudayaan Bali, Selasa 25 Maret 2025 menanggapi kebijakan KDM untuk kepentingan rakyat miskin di daerah Jawa Barat.
Bagaimana dengan Bali? Menurut I Gde Sudibya, Bali tidak perlu malu mengikuti sepak terjangnya Gubernur Jawa Barat KDM.
“Masyarakat yang propenyelamatan lingkungan menunggu langkah Gubernur Koster dalam penyelamatan empat hutan utama Bali, kawasan hutan Pengejaran (Kintamani Barat), Penulisan (Kintamani Utara), Gunung Agung, Gunung Batu Karu,” kata I Gde Sudibya kepada Metrobali.com.
Dikatakan, penyelamatan empat danau: Batur, Beratan, Buyan dan Tamblingan. Penyelamatan DAS, menyebut beberapa, DAS: Telaga Waja, Tukad Aya (Karangasem – Klungkung), Pakerisan (Gianyar), Ayung (Bangli – Badung – Gianyar – Denpasar), Tukad Aya (Badung Utara – Buleleng Timur), dan DAS di Bali Barat.
Menurutnya, Gubernur Bali Wayan Koster perlu menata ulang politik anggaran APBD Bali, Kabupaten, Kota, yang lebih fokus dalam peningkatan kesejahteraan sosial “wong cilik”: pembasmian: kemiskinan ekstrem, stunting, gangguan mental dan program kesejahteraan sosial lainnya.
Dikatakan, efisiensi nyata APBD yang perlu dilakukan, pengalihan dana bansos untuk kegiatan ekonomi produktif. Pemborosan dana model: kunjungan kerja, pertemuan tidak produktif, kenaikan pendapatan anggota DPRD, semestinya dikaji ulang, di tengah kesulitan ekonomi rakyat.
“Pembangunan proyek pasar yang “boros” yang tidak sesuai dengan kebutuhan UMKM dihentikan. Dana dialihkan untuk menambah modal LPD, Bumdes, Koperasi yang telah terbukti mampu mengungkit ekonomi rakyat, terlebih-lebih di perdesan,” katanya.
Menurutnya, kultur masyarakat Sunda di Jawa Barat banyak kemiripan dengan budaya Bali, terutama dalam kearifan pengelolaan ruang alam. Jawa Barat dengan wilayah sangat luas, dan penduduk sekitar 30 juta, pemimpinnya telah mengambil langkah besar terobosan kepemimpinan.
“Bali semestinya melakukan terobosan yang sama, dengan luas wilayah yang jauh lebih sempit, dan penduduk jauh lebih sedikit, semestinya Gubernur Koster akan lebih mudah mencapai target perubahan,” kata Jro Gde Sudibya, anggota MPR RI 1999 – 2004, intelektual Bali, pengamat ekonomi dan kebudayaan Bali.
Jurnalis : Nyoman Sutiawan