Foto: Suasana peringatan HUT ke-5 GTS (Good-Trustworthy-Smart) Institute Bali di Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan, Kabupaten Badung Jumat 31 Mei 2024.

Badung (Metrobali.com)-

Peringatan HUT ke-5 GTS (Good-Trustworthy-Smart) Institute Bali digelar penuh kebersamaan di Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan, Kabupaten Badung Jumat 31 Mei 2024. GTS Institute Bali yang bernaung di bawah Koperasi Perempuan Ramah Keluarga (KPRK) Pang Pade Payu mengusung visi menjadi pusat pembelajaran peningkatan kualitas SDM. GTS Institut berkomitmen ikut bersama peduli dan bertanggung jawab dalam keikutsertaan untuk melahirkan generasi emas menuju Indonesia Emas 2024.

Rangkaian peringatan HUT ke-5 GTS Institute Bali ini diawali Sosialisasi Konvensi Hak Anak “Pelaksanaan Hak Anak yang Lahir dari Ibu Warga Binaan Lapas Perempuan Kerobokan”. Materi sosialisasi dibawakan empat orang mahasiswa Fakultas Hukum Undiknas Denpasar.

Lalu acara dilanjutkan acara potong tumpeng HUT ke-5 tahun GTS Institute Bali dengan penuh kebersamaan dan keceriaan bersama warga binaan. Digelar juga pelatihan membuat logo produk atau usaha dari Perpina Bali dengan narasumber Irma Lumiga dari DPD Perempuan Pemimpin Indonesia (Perpina) Provinsi Bali. Acara dilanjutkan dengan serah terima Pojok Play Ground Ramah Anak GTS Institute Bali yang berkolaborasi dengan Rotary Club of Bali Bersinar yang menjadi sarana bermain bagi anak di Lapas Perempuan ini.

Berbagai acara rangkaian peringatan HUT ke-5 GTS Institute Bali ini digelar bersinergi dengan Pusat Studi Undiknas Denpasar, DPD Perempuan Pemimpin Indonesia (Perpina) Provinsi Bali, Rotary Club of Bali Bersinar, Rotary Community Corps atau RCC of Lapas Perempuan, dan organisasi lainnya. Turut hadir Direktur Eksekutif GTS Institute Bali Dr. Gung Tini Gorda, Kepala Lapas Perempuan Kelas II A Kerobokan Ni Luh Putu Andiyani, Rotarian Ni Wayan Suryathi selaku President Rotary Club of Bali Bersinar dan tim sinergi lainnya.

Direktur Eksekutif GTS Institute Bali Dr. Gung Tini Gorda menjelaskan alasannya memilih Lapas Perempuan Kelas II A Kerobokan dalam peringatan HUT ke-5 tahun GTS Institute Bali adalah karena masih terdapat anak yang harus bersama ibunya yang sedang menjalani pidana di dalam lapas. “Jadi GTS Institute Bali tetap konsepnya adalah perempuan, anak dan keluarga,” tegas Gung Tini Gorda.

Dalam kesempatan tersebut GTS Institute Bali juga memberikan bantuan Pojok Play Ground Ramah Anak GTS Institute Bali yang berkolaborasi dengan Rotary Club of Bali Bersinar. “Playground ini sesuai dengan konsep untuk memberikan hak semaksimal mungkin kepada anak untuk ruang terbuka dan ruang bermain, walaupun hidup di dalam lapas,” katanya.

Lebih lanjut Gung Tini Gorda mengatakan, pihaknya sempat mewawancarai salah satu ibu dari anak yang ada di lapas bahwa semua hak yang melekat pada anak sudah diperoleh dengan maksimal, dimana balita terbesar yang ada di lapas berusia 2 setengah tahun. Diharapkan bagi anak yang belum mengenyam pendidikan formal dan dalam kondisi sang ibu masih harus menjalani masa tahanan maka pendidikan formal harus tetap diberikan oleh pihak lapas. Bagaimana juga pendidikan merupakan hak yang utama.

Gung Tini Gorda  menegaskan GTS Institute Bali berkomitmen untuk terus menginisiasi bagaimana pendidikan calon ayah dan ibu dari sisi karakternya menjadi prioritas. Kebetulan di tanggal 21 April, GTS Institute Bali telah bekerjasama dengan BKKBN Kabupaten Buleleng untuk memproses generasi berencana (Genre), yang mana telah diberikan beberapa kurikulum yang ada di GTS Institute Bali dari Sekar Nadi itu sendiri.

Pihaknya juga akan memformalkan GTS Institute Bali karena ini merupakan satu-satunya jalan untuk memotong mata rantai persoalan-persoalan yang melekat pada anak, keluarga dan masyarakat. “Harapannya GTS Institute Bali hadir sebagai lembaga preemtif dan preventif,” pungkas Gung Tini Gorda.

Kepala Lapas Perempuan Kelas II A Kerobokan Ni Luh Putu Andiyani mengapresiasi kepedulian dan berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan GTS Institute Bali selama ini di Lapas Perempuan Kelas II A Kerobokan. Dia mengatakan, Lapas Perempuan Kelas II A Kerobokan diberikan bantuan Playground untuk anak-anak bermain.

Ini merupakan bantuan yang sangat penting, mengingat di dalam lapas terdapat 5 orang anak yang dibawa oleh warga binaan. “Dengan Playground ini, anak-anak tersebut bisa mendapatkan haknya untuk bermain,” kata Andiyani.

Sementara terkait pemenuhan hak anak di Lapas Perempuan Kelas II A Kerobokan, Andiyani mengungkapkan bahwa semua hak anak sudah terpenuhi, termasuk di kesehatan, makanan tambahan seperti susu telah diberikan setiap bulan. Selain itu juga terdapat sumbangan-sumbangan dari yayasan.

Ditegaskannya, pihak lapas selalu memenuhi kebutuhan kesehatan sang anak, baik itu imunisasi maupun ketika ada anak yang sakit langsung dibawa ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat. “Kami berharap adanya bantuan tambahan seperti mainan anak sehingga mereka tidak bosan saat berada di lapas, selain juga ada progam rekreasi bagi anak ke lokasi-lokasi bermain terdekat,” pungkas Andiyani.

Desliana Harzanti selaku Ketua RCC Lapas Perempuan Kelas II A Kerobokan juga mengucapkan selamat HUT ke-5 GTS Institute Bali. Dia memberikan apresiasinya kepada GTS Institute Bali yang telah memberikan sumbangan Playground untuk anak-anak yang dibawa oleh warga binaan.

Desliana berharap kedepannya GTS Institute Bali tetap berbagi, tidak hanya materi, tetapi juga ilmu dan ketrampilan. Selain itu kerjasama dengan Lapas Perempuan Kelas II A Kerobokan diharapkan bisa terus ditingkatkan sehingga pihak lapas bisa meningkatkan kualitas program pembinaan.

Sementara itu para warga binaan juga diberikan pelatihan mengenai membuat logo produk yang baik dengan materi yang dibawakan Irma Lumiga selaku Sekretaris DPD Perpina Bali. Dalam materi yang dipaparkan dia mengilustrasikan, jika berbisnis baju tidak tepat menempelkan logo minuman atau sambal, jadi harus disesuaikan.

Dalam hal ini Irma Lumiga menyarankan warga binaan untuk terlebih dahulu memahami apa itu logo, yang merupakan identitas bisnis. Jangan sampai antara konsep bisnis dengan logo tidak nyambung, karena itu akan membingungkan konsumen.

Oleh karena itu, Irma Lumiga menekankan pentingnya logo dan nama dalam sebuah bisnis. Terutama dalam penamaan bisnis disarankan untuk memilih nama yang simpel dan tidak ribet, yang terpenting mudah diingat oleh orang-orang.

Para warga binaan mengaku senang dengan perhatian dari GTS Institute Bali dan juga mengucapkan selamat HUT ke-5 GTS Institute Bali. Salah satu warga binaan Voni Jayanti mengucapkan terima kasih kepada GTS Institute Bali karena sudah menyumbangkan Playground yang sudah pasti sangat bermanfaat untuk anak-anak. Dia mengungkapkan kegembiraannya karena buah hatinya akhirnya bisa menikmati bermain di Playground. Dia menceritakan bahwa anaknya saat ini sudah berusia 2 tahun 5 bulan dan lahir saat dirinya berada di dalam lapas.

Dia berharap kedepan agar ibu dan anak di Lapas Perempuan Kelas II A Kerobokan bisa mendapat perhatian yang lebih banyak lagi. Selain itu juga dia berharap adanya partisipasi dari pihak-pihak lain untuk memberikan bantuan ke Lapas Perempuan Kelas II A Kerobokan sehingga bisa lebih mensejahterakan anak dan ibu di dalam lapas.

Warga binaan lainnya Yasmin mengatakan, dari kegiatan yang dilaksanakan oleh GTS Institute Bali, para warga binaan semakin termotivasi untuk membangun bisnis. Jadi selama menempuh pembinaan di lapas, warga binaan terus diberikan suntikan motivasi oleh GTS Institute Bali untuk tetap berkarya. Dia berharap di usianya yang ke 5 tahun, GTS Institute Bali semakin jaya.

Warga binaan lainnya, Praptini, mewakili warga binaan perempuan lapas kelas IIA Kerobokan mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun GTS Institute Bali yang ke-5. Dia berharap GTS Institute Bali bisa terus sukses dan maju. Selain itu dia juga berharap, GTS Institute terus berkomitmen untuk menjalankan misi sosial untuk kebersamaan sehingga GTS Institute Bali makin jaya kedepannya.

Harapan dan doa serupa juga disampaikan oleh Ni Putu Heri Hendawati. Dia mendoakan GTS Institute Bali yang telah berusia 5 tahun bisa tetap jaya dan tetap menjembatani warga binaan perempuan Kelas II A Kerobokan.

Dinda Pratiwi juga turut mendoakan GTS Institute Bali semakin jaya. Ia berharap, di usia yang ke-5 tahun, GTS Institute Bali selalu memberikan pelayanan terbaik untuk para warga binaan perempuan Kelas II A Kerobokan.

Di sisi lain, Sosialisasi Konvensi Hak Anak yang materinya dibawakan empat orang mahasiswa Fakultas Hukum Undiknas Denpasar juga dirasakan sangat bermanfaat oleh para warga binaan. I Made Agus Johan Pranata menjelaskan mengenai hak anak atas makanan bergizi. Lalu I Made Karisma Adi Laksana menjelaskan hak anak atas persamaan.

Kemudian Daniel Wahyu Haeke menjelaskan mengenai hak atas peran anak dalam pembangunan. Dan R Dimas Satrio Indra Dinata menjelaskan mengenai hak atas kesehatan.

Sementara itu Chika dari Tim GTS Institute Bali mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun yang ke-5 kepada GTS Institute. Selama 5 tahun ini, GTS Institute Bali telah banyak melaksanakan program-program unggulan, khususnya di bidang pendidikan karakter bagi ayah dan ibu.

Diharapkan di usianya yang ke 5 tahun menjadi dasar bagi GTS Institute Bali untuk melangkah lebih maju lagi dan meningkatkan kualitas dari karakter, baik itu dari calon ayah dan ibu, maupun perempuan dan anak. (wid)