Buleleng, (Metrobali.com)

Dari hasil evaluasi pihak Perumda Air Minum Tirta Hita (PAMTH) Buleleng, dimana disetiap perayaan hari raya Galungan dan Kuningan penggunaan air bersih mengalami peningkatan mencapai 20 persen. Hal ini memantik pihak PAMTH Buleleng melakukan perbaikan-perbaikan guna mengantisipasi gangguan pelayanan hingga ketingkat cabang.

Melalui jumpa pers, Dirut PAMTH Buleleng, Made Lestariana,SE menjelaskan bahwa warga Buleleng perantauan disaat hari raya Galungan-Kuningan banyak yang mudik pulang ke kampungnya masing-masing. Tak pelak, arus mudik para perantauan warga Buleleng dari luar Buleleng disinyalir berdampak terhadap peningkatan penggunaan air bersih.

“Di hari raya Galungan dan Kuningan sebelumnya, biasanya terjadi lonjakan penggunaan air bersih, rata-rata mencapai 15 – 20 persen. Dan guna tidak ada gangguan dalam hal pelayanan, maka kita melakukan perbaikan-perbaikan yang berhubungan dengan pelayanan terhadap warga pengguna air bersih PAMTH Buleleng. Diantaranya dengan melakukan perbaikan pipa-pipa ya g me galami kebocoran, agar input air baku ke sumber reservoir maksimal. Disamping itu pula mengoptimalkan sumber air yang ada. Maupun memasang booster untuk menambah tekanan air.” urai Lestariana

Lebih lanjut diterangkan, terkait dengan pemasangan booster, pihaknya dalam hal ini melakukan pemasangan di empat zona yang kerap mengalami gangguan saat mengalami beban puncak pemakaian air bersih.

“Ke empat zona ya g kerap mengalami peningkatan beban puncak pemakaian air bersih, yakni di wilayah Desa Kerobokan Kecamatan Sawan hingga ke wilyah pendududk di jalan SAM Ratulangi, Penarukan dan sekitarnya. Selanjutnya wilayah9 Tegal Sari dan sekitarnya, Desa Petandakan serta Desa Sambangan. Dalam hal ini, selain memasang booster, kita juga mempersiapkan mesin genset di Mumbul, guna mengantisipasi gangguan listrik, dan juga menyiagakan mobil tangki ke wilayah yang kekurangan air bersih ,” paparnya.

Baca Juga :
Mentan Jelaskan Masalah Penarikan Traktor Pada DPR

Lantas seperti apa pelayanan di daerah ketinggian dengan permukaan laut. Lestariana menerangkan untuk wilayah ketinggian, pihaknya belum bisa memberikan pelayanan secara maksimal dalam kurun waktu 24 jam secara kontinue.

“Terdapat beberapa wilayah ketinggian dari permukaan laut yang pelayanannya belum bisa secara maksimal selama 24 jam, sehingga sering mengalami gangguan. Diantaranya diwilayah Cabang Kecamatan Busungbiu dan Kecamatan Seririt. Di Kecamatan Seririt terdiri dari Dea Banjar, Sulanyah dan Desa Petemon,” ungkap Lestariana

“Dalam hal ini kita berupaya melakukan pencegahan dengan mengoptimalkan pemanfaatan air di SPAM Burana dengan memperbesar serapannya.” pungkasnya. GS