Denpasar (Metrobali.com)-

Pengamat budaya dari Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar Dr Ketut Sumadi menganggap bahwa semangat kebhinnekaan diyakini mampu menjadi pengikat beragam budaya di Tanah Air.

“Penduduk dengan lintas agama, etnis, suku serta memiliki kearifan lokal yang berbeda memiliki peran strategis dalam konteks membangun peradaban bangsa menuju kedamaian dunia,” kata Ketua Program Doktor IHDN itu di Denpasar, Selasa (3/12).

Ia mengharapkan semua pihak mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat luas untuk bersama-sama mengangkat pemikiran para leluhur bangsa.

“Teori Amuter tutur Mpu Kanwa, teori Bhineka Tunggal Ika Mpu Tantular misalnya, sangat relevan dengan pemikiran dan langkah yang ditempuh para pemimpin agama-agama di dunia,” ujar Ketut Sumadi.

Ketut Sumadi menambahkan bahwa agama-agama memiliki nilai etik yang tinggi harus secara bersama-sama melibatkan diri dalam dialog tentang berbagai persoalan kritis kehidupan dan nasib umat manusia di masa depan.

Nilai-nilai yang bersumber dari agama-agama itulah yang dijadikan sebagai dasar etika global, yakni sebuah konsensus fundamental yang berkaitan dengan nilai-nilai yang mengikat.

“Berdialog dan Bersatu dalam Perbedaan Membangun Peradaban Bangsa, boleh jadi, merupakan format keberagamaan yang memiliki nilai-nilai etik yang tinggi diharapkan dapat secara bersama-sama melibatkan diri dalam mencari solusi dari berbagai persoalan kritis yang menjauhkan umat manusia dari perilaku yang beradab,” ujar Dr Ketut Sumadi. AN-MB

Baca Juga :
Bayi tabung kembar empat Surabaya lahir sehat