konflik yaman

Jakarta (Metrobali.com)-

Pengamat masalah Timur Tengah dari Universitas Indonesia Dr Yon Machmudi meminta masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam, tidak terpancing dengan konflik dan ketegangan yang sedang terjadi di Timur Tengah.

“Umat Islam di Indonesia harus berpikir jernih jangan sampai membawa konflik dan ketegangan yang terjadi di Timur Tengah ke ranah agama. Serangan Arab Saudi ke Yaman tidak terkait dengn isu agama,” katanya di Jakarta, Rabu (1/4).

Menurut dia, perang di Timur Tengah itu tidak dapat disederhanakan sebagai perang kelompok Islam Sunni melawan Syiah.

Pemerintah, kata Yon, harus mewaspadai gejala membawa konflik di Timur Tengah ke Indonesia, karena jika konflik itu meluas sampai ke Indonesia, maka bangsa Indonesia yang dirugikan.

“Perang di Timur Tengah jangan sampai dibawa ke Indonesia. Kultur Indonesia dan Timur Tengah sangat beda jauh,” tegas dosen Fakultas Ilmu Bahasa Universitas Indonesia itu.

Ia menjelaskan, serangan yang dilakukan oleh Arab Saudi bersama pasukan koalisi merupakan bagian dari “proxi war” dalam rangka memperluas dan mempertahankan pengaruh kekuatan dua negara besar di Timur Tengah yaitu Arab Saudi dan Iran.

Iran merupakan pendukung utama kelompok Houthi yang telah mengkudeta Presiden Monsour Hadi sementara Saudi berusaha untuk mengembalikan presiden yang dikudeta itu tetap berkuasa.

Tidak dapat dipungkiri, lanjut Yon Machmudi, Iran saat ini berusaha memperluas pengaruhnya di Timur Tengah dan banyak terlibat dalam mendukung berbagai konflik di beberapa negara.

Ia mencontohkan, Iran mendukung penguasa di Irak dan Syiria, membantu oposisi di Bahrain, dan sekarang ini mempersenjatai kelompok Houthi di Yaman. Setiap Iran hadir di suatu konflik, maka di situ ada Arab Saudi.

Menurut dia, posisi Arab Saudi terancam karena berbatasan dengan Yaman dan wilayah Syam sehingga berusaha melakukan intervensi. Apalagi pengaruh Iran di Irak sudah sangat kuat. Di Samping karena faktor Saudi dan Iran perlu juga diperhatikan faktor Amerika yang mendukung serangan Saudi ke Yaman.

Baca Juga :
Kepala LLDIKTI Wilayah VIII Prof Dasi Astawa Berbagi Strategi STMIK Primakara Jadi Kampus Idola Generasi Millenial & Post-Millenial: “Jadi Pacar dan Rumah Kedua”

Dalam konteks hubungan internasional, katanya, keterlibatan Arab Saudi di kawasan Timur Tengah selalu beririsan dengan kepentingan Amerika Serikat di kawasan ini. Hal itu, kata Yon, bisa dilihat dari dukungan Saudi terhadap kudeta As-Sisi di Mesir atau sebaliknya penolakannya terhadap kudeta oleh kelompok Houthi di Yaman.

Di Yaman, ujarnya, ada selat Babul Mandab yang merupakan jalur minyak dunia sementara di Mesir untuk melindungi kepentingan Israel, sekutu dekat AS. AN-MB