Foto: Tim peneliti dari Universitas Dhyana Pura (Undhira) bersama Wakil Walikota Lhoksumawe Yusuf Muhammad.

Aceh (Metrobali.com)-

Tim peneliti Universitas Dhyana Pura (Undhira) lakukan kunjungan kali kedua ke Aceh (23/11/2020). Tim peneliti Undhira diketuai oleh Dr. I Wayan Ruspendi Junaedi, S.E., M.A. dengan dua anggotanya yaitu Dr. Dermawan Waruwu, M.Si., dan Dr. I Wayan Damayana, S.Th., M.Si., M.M.

Aceh merupakan daerah penelitian ke 3 setelah Jakarta dan Bandung,” kata, I Wayan Ruspendi. I Wayan Ruspendi yang saat ini menjabat sebagai kepala pembelajaran karakter dan konseling Undhira menyebutkan Penelitian ke Aceh tahun ini bertemakan “Model Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Adat Aceh sebagai Strategi dalam Percepatan Pembangunan Ekonomi Nasional”.

Kehadiran Tim Peneliti Undhira di sambut baik oleh Wakil Walikota Lhokseumawe, Yusuf Muhammad. Didampingi Kasubag Humas Walikota Lhokseumawe, Iskandar S.Sos, Wakil Walikota menyebutkan kehadiran Tim Peneliti Undhira Bali merupakan sebuah penghargaan besar bagi Lhokseumawe, mewakili Aceh.

“Sebagai gerbang pariwisata nusantara, kehadiran akademisi dan doktor dari Bali menjadi harapan dalam berbagi pengetahuan tentang pengembangan ekonomi masyarakat Aceh,” kata Wakil Walikota Lhokseumawe pada sambutan acara dan dalam Fokus Grup Diskusi FGD).

Yusuf Muhammad juga menyebutkan bahwa Aceh yang saat ini, khususnya Lhokseumawe sudah ada Baitul Mal sebagai lembaga pengelolaan keuangan berbasis syariah yang diambil dari Zakat dan berperan dalam membantu masyarakat ekonomi. Salah satunya bantuan yang dilakukan ialah memberi kredit tanpa bunga dan membantu kaum duafa.

Selain Baitul Mal, pengembangan Pariwisata Lhokseumawe diharapkan dapat menerima masukan dan sentuhan dari Tim peneliti Undhira Bali. Wakil Walikota Lhokseumawe bahkan memerintahkan Kasubag Humas Walikota Lhokseumawe untuk dipertemukan Tim Peneliti Undhira Bali dengan Dinas Pariwisata Lhokseumawa.

Baca Juga :
Wadanramil 06/Cimanggis Pimpin Upacara Bendera di SMK Taruna Bhakti

“Agar segera dibuatkan MoU kerjasama dalam pengembangan Pariwisata dan pengembangan ekonomi,” tegas Wakil Walikota Lhokseumawe.

Di hari yang sama tim peneliti Undhira juga melakukan pertemuan dengan Kepala Seketariat Baitul mal Aceh Utara, Zulfikar. Zulfikar menyebutkan bahwa saat ini, salah satu langkan pengembangan ekonomi Masyarakat yang sedang dilakukan Pemerintah Aceh adalah dengan keberadaan Baitul Mal.

Diharapkan kehadiran Tim Peneliti Undhira Bali selama beberapa hari di Aceh dapat memberi masukan tambahan tentang cara mengembangkan ekonomi khususnya untuk masyarakat Aceh.

Banyak informasi yang diperoleh, banyak kearifan lokal juga yang dapat dikembangkan di Aceh untuk mengembangkan ekonomi masyarakat adat Aceh, salah satunya dengan pengembangan pariwisata berbasis lokal dan pengembangan UMKM.

“Ke depan, seperti kata Pak Wakil Walikota, kami akan lakukan MoU dan pertemuan ini akan ditindaklanjuti dengan MoA nantinya “tambah I Wayan Ruspendi. (dan)