Denpasar (Metrobali.com)

 

Peneliti di Inggris menemukan golongan darah baru yang dinamakan Er. Hasil penelitian ini dapat diakses di jurnal riset Blood dengan judul “Missense mutations in PIEZO1, encoding the Piezo1 mechanosensor protein, define the Er red blood cell antigens” . Hal ini memecahkan misteri mengenai 3 protein misterius yang sebelumnya belum berhasil diklasifikasikan selama 30 tahun terakhir.

Ahli-ahli ini meneliti sampel darah beberapa orang yang memiliki antibodi terhadap sekumpulan antigen yang dinamai Er. Mereka menemukan perubahan pada materi genetik untuk protein Piezo1, sebuah protein yang digunakan sel darah merah untuk mendeteksi himpitan pada tubuh selnya.

Perubahan protein ini menghasilkan produksi antigen yang berbeda pula pada permukaan eritrosit. Menggunakan teknologi sekuensing DNA dan gene-editing, peneliti dapat membuktikan bahwa Er adalah golongan darah yang baru.

Penemuan mengenai golongan darah memiliki dampak yang sangat signifikan karena ketidakcocokan dalam transfusi darah dapat menyebabkan bahaya fatal bagi resipien. Sistem pertahanan tubuh resipien akan membentuk antibodi sebagai respon terhadap ‘serangan’ dari sel darah donor. Respon ini akan menyebabkan penggumpalan di pembuluh darah dan menyumbat sirkulasi.

Perbedaan golongan darah antara ibu dan janin juga dapat berdampak buruk kepada bayi. Misalnya, ketidakcocokan golongan darah Er diasosiasikan dengan penyakit hemolitik pada bayi.