Penasaran Apa Yang Dikerjakan Oleh Para Programmer Facebook Setiap Hari?
Setelah melihat kesuksesan Facebook menjadi layanan jaringan pertemanan dengan pengguna yang melampaui 1 miliar di seluruh dunia, Anda mungkin penasaran dengan apa saja yang dilakukan oleh para engineer di Facebook dalam pekerjaan mereka sehari-harinya. Salah seorang mantan software engineer di Facebook yaitu Jerome Cukier akhirnya berkenan untuk membagikan pengalamannya selama bekerja di Facebook guna memberikan gambaran tentang rutinitas sehari-hari para programmer Facebook di tempat kerja mereka.
Pertama-tama, Cukier menjelaskan bahwa Facebook merupakan pemilik dari sistem manajemen kerja open-source bernama Phabricator. Lewat platform ini, seluruh pekerjaan yang bisa dijalankan oleh tiap individu bakal dibagi-bagi menjadi tugas untuk perorangan; beberapa ada yang mudah (seperti mengganti warna dari tombol), sampai yang susah (memperbaiki bug yang muncul entah dari mana). Ketika masih di Facebook, Cukier mencatat bahwa tim engineer di sana telah sukses membenahi 1 juta tugas, dan saat ini jumlah yang telah selesai dibenahi mungkin telah mencapai 2-3 juta tugas.
Lalu apa yang dilakukan para programmer saat ini? Secara garis besar, tugas utama dari para programmer adalah terus-menerus mengembangkan berbagai macam fitur baru agar Facebook senantiasa kompetitif ketika menghadapi persaingan melawan MySpace, Twitter dan Snapchat. Tak cuma itu, Facebook juga harus terus beradaptasi dengan teknologi baru, mengingat browser, OS dan ponsel terus menerus berubah dan mendapatkan fitur baru setiap harinya. Perubahan tersebut tak akan tampak kecuali aplikasi yang menjalankannya ikut berubah.
Selain fitur-fitur baru, para programmer juga senantiasa dituntut untuk membuat Facebook jadi lebih cepat dan responsif bagi pengguna. Hal tersebut juga berlaku untuk aplikasi Messenger, dimana optimalisasi kecil yang dirilis rutin secara bertahap kini telah membuatnya jadi jauh lebih cepat. Facebook meyakini bahwa penundaan sepersekian detik bisa mengubah mood percakapan antar pengguna, dan mereka tak ingin hal tersebut sampai terjadi agar pengguna betah memakai Messenger. Facebook kini juga memberikan perhatian ekstra bagi para pengguna di negara berkembang, mengingat kebanyakan mengakses layanan mereka lewat ponsel-ponsel murah.
Para programmer juga dituntut untuk berpikir bahwa segala hal perlu dibuat dalam satuan skala; ada kalanya sebuah software yang bisa dipakai oleh 10 juta pengguna tapi tak bisa dinikmati oleh 100 juta lainnya, apalagi mengingat fakta bahwa jumlah pengguna Facebook kini telah melampaui 1 miliar. Solusi untuk masalah seperti ini tak bisa langsung selesai hanya lewat penambahan mesin, tapi harus dibongkar dan dibenahi dari nol.
Poin-poin penting laiinya adalah kemauan untuk senantiasa memperbaiki berbagai hal yang tak berfungsi, membuat segalanya berjalan secara aman, menciptakan perangkat yang berguna untuk umum (*terutama komunitas open-source), dan yang terpenting: bagaimana cara membuat pengguna tertarik untuk meng-klik iklan. (gopego.com)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.