Ket. Foto : Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I.B Alit Wiradana hadiri Sosialisasi Kriteria Evaluasi Kinerja (Championships) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Wilayah Bali dan Kawasan Timur Indonesia dilaksanakan pada Kamis (12/5) di Anvaya Beach Resort, Kuta. 
Denpasar, (Metrobali.com)
Sosialisasi Kriteria Evaluasi Kinerja (Championships) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Wilayah Bali dan Kawasan Timur Indonesia dilaksanakan pada Kamis (12/5) di Anvaya Beach Resort, Kuta.
Kegiatan oleh TP2DD yang dibentuk oleh Bank Indonesia ini bertujuan untuk menyatukan komitmen seluruh stakeholder menuju percepatan digitalisasi ekonomi keuangan di Indonesia. Elektronifikasi dibuat untuk memudahkan masyarakat dalam bertransaksi utamanya dalam membayar kewajibannya seperti pembayaran pajak, retribusi, rekening listrik, rekening air hanya dengan satu kali klik.
Hadir diantaranya membawakan welcome speech Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Bali, Gusti Agung Diah Utari. Selain itu sebagai  Keynote Speaker diantaranya Deputi Bidang Koordinator Bidang Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian RI sekaligus Ketua Pelaksana Satgas TP2DD, Iskandar Simorangkir dan Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan SP BI, Filianingsih Hendarta.
Dalam kesempatan ini juga hadir Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I.B Alit Wiradana.
Deputi Kepala Perwakilan BI Wilayah Bali, Gusti Agung Diah Utari dalam sambutannya menekankan sejumlah isu diantaranya percepatan Vaksinasi, keberadaan TP2DD sejak 2021 yang mendukung upaya  digitalisasi di sektor pemerintahan serta upaya memperluas kanal non tunai di masyarakat melalui Mobile Banking, Q-RIS dan lain sebagainya.
“Kami sangat mengapresiasi upaya digitalisasi di pemerintahan ini yang didukung oleh semua komponen. ” Pertemuan ini sebagai langkah penting mendorong pemerintah daerah untuk mempercepat digitalisasi melalui peningkatkan skill, memperluas jejaring, dan sharing terkait kendala yang ada serta mendorong percepatan dan perluasan digitalisasi ditiap daerah demi terciptanya tata kelola keuangan daerah yang semakin efektif,” ucapnya.
Sementara Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan SP BI, Filianingsih Hendarta mengatakan kegiatan ini akan disertai kompetisi untuk memberi penghargaan dan evaluasi dimana daerah dengan P2DD yang mendapat kriteria terbaik dapat menjadi contoh daerah lain.
“Selain percepatan dan perluasan digitalisasi daerah ini mampu meningkatkan pendapatan asli daerah dan digtalisasi pembayaran ini akan mampu menciptakan efesiensi dan kesehatan fiskal diiringi membaiknya kemampuan spending masyarakat dan pemerintah  sejalan dengan visi blueprint pembayaran Indonesia 2023,” jelasnya.
Sementara Sekda Kota Denpasar, IB Alit Wiradana ditemui di sela sela acara mengatakan bahwa   komitmen sejak awal bahwa Pemerintah Kota Denpasar siap berkolaborasi dalam mendukung percepatan elektronifikasi sistem transaksi di daerah. Untuk itu pihaknya akan terus mensosialisasikan peran digital di seluruh sektor.
“Kami akan terus sosialisasikan untuk membiasakan masyarakat beralih dengan pembayaran elektronik atau digital. Keberadaan TP2DD ini  dapat memberikan kemudahan transaksi  berbasis digital mengingat pelaksanaan program elektronifikasi pemerintahan dapat mendorong birokrasi yang lebih efisien dan mengurangi biaya seperti dalam proses pelayanan perizinan dan pembayaran pajak bersistem elektronifikasi,” katanya.     Alit Wiradana. (Esa/humasdps)
Baca Juga :
Strengthen A Tempt Day to day life Develop & Your own Perform supply Implementing Ayurveda Herbs