Denpasar (Metrobali.com)-

Pemerintah Kota Denpasar mengambil langkah cepat dalam upaya mengatasi kisruh antara sekolah negeri dan swasta. Ya, pada Rabu (31/10), Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra membentuk Badan Musyarawah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Denpasar.  Sebagai ketuanya adalah Ir. A.A. Bagus Sudharsana dan pelantikannya dilakukan oleh Ketua BMPS Bali, IB Gde Wiana. Pembentukan BMPS Kota Denpasar ini nantinya diharapkan selain sebagai upaya mengatasi kisruh antara sekolah negeri dan swasta juga sekaligus untuk meningkatkan kualitas pendidikan  di Kota Denpasar.

Sudharsana mengatakan BMPS ini bertugas untuk melakukan koodinasi ke dalam dengan mengajak seluruh yayasan perguruan swasta untuk ikut bergabung dan melaksanakan program strategis dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan melakukan pendaftaran dan pengumuman masuk sekolah maupun kelulusan secara online agar sama dengan sekolah negeri. Selanjutnya, mencoba menggunakan sistem rayonisasi dalam menjaring siswa sekolah. “Dengan sistem ini diharapkan tidak akan terjadi penumpukan siswa hanya dalam satu wilayah sekolah saja,” ujarnya.

Sementara itu, Rai Mantra menegaskan bahwa perguruan negeri dan swasta sejatinya punya peran dan tanggung jawab sama dalam pembentukan karakter bangsa. Mengingat, pendidikan merupakan pembangunan dasar yang harus mendapat dukungan semua pihak seiring dengan tantangan yang dihadapi dunia pendidikan semakin berat.

Bahkan, dalam prosesnya pendidikan banyak mengalami kompetisi karena banyak pihak yang berkepentingan dengan pendidikan. ‘Persaingan pun selalu terjadi di era global seperti sekarang ini. “Tapi hendaknya harus dilakukan secara jujur dan profesional,” katanya.

Diakuinya, dalam menghadapi persaingan itu, perlu adanya upaya revitalisasi terhadap berbagai hal yang sudah tidak sesuai. Dan, juga harus ada program penguatan terutama menjaga dan menguatkan kepercayaan yang diberikan, sebelum melakukan pengembangan. Diharapkan, program pembahasan dan pengembangan itu lebih bersifat sustainable atau berkelanjutan. ”Tidak hanya ada saat diperlukan saja,” sentilnya. IJA-MB

Baca Juga :
Keberadaan OJK Arahkan Industri Keuangan Ikuti Aturan