perikanan

Denpasar (Metrobali.com)-

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan Dr. Slamet Soebjakto MSi mendorong masyarakat agar melakukan usaha budidaya perikanan yang mudah dan murah, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan.

“Budidaya rumput laut dan juga kekerang akan terus didorong karena budidaya ini relatif mudah dan murah sekaligus dapat meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir,” katanya di sela pembukaan “26th NACA Governing Council Meeting (GCM 26)” di Sanur, Bali, Selasa (5/5).

Ia mengatakan budidaya laut akan dikembangkan untuk mendorong pembangunan Indonesia menuju poros maritim dunia dan perlunya usaha budidaya perikanan harus berkelanjutan, baik dari segi usaha maupun lingkungan.

“Perikanan budidaya harus menguntungkan, sehingga dapat terus berlanjut dan berkembang. Di samping itu, perikanan budidaya harus ramah lingkungan dan mendukung keberlanjutan tersebut,” ujarnya.

Slamet mengatakan salah satu usaha yang dilakukan untuk mendukung keberlanjutan usaha itu adalah dengan melakukan penerapan “Good Aquaculture Practices” (GAP) melalui cara budidaya ikan yang baik (CBIB).

Dikatakan, melalui penerapan CBIB, selain kualitas produksi meningkat, kualitas lingkungan budidaya juga terjaga dan ini akan terus didorong.

“Bahkan kita akan mengusulkan dalam pertemuan NACA kali ini, CBIB yang diterapkan di Indonesia dapat diterima oleh pasar regional maupun internasional,” kata Slamet.

Menurut dia, perikanan budidaya akan dikembangkan menjadi sektor utama dalam peningkatan ekonomi, penyerapan tenaga kerja dan peningkatan kesejahteraan nasional.

“Pembangunan Indonesia menjadi poros maritim dunia, akan menjadi peluang bagi perikanan budidaya untuk berperan dan memberikan kontribusi, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan nasional,” kata Slamet menegaskan. AN-MB 

Baca Juga :
BPK Apresiasi Laporan Hasil Pemeriksaan APBD Kabupaten Tabanan Tahun 2014